Mengapa Motivator Dibayar Mahal?

Mario Teguh adalah salah satu motivator terbaik Indonesia yang pada masa kejayaannya digadang sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Acaranya di sebuah stasiun TV swasta di Indonesia sudah berlangsung 8 tahun sebelum akhirnya selesai, dan menjadi satu-satunya acara motivasi di TV yang bertahan selama itu tanpa memanggil bintang tamu. Bahkan hingga kini, Facebook Fan Page Mario Teguh sudah mencapai 19 juta followers dan Instagramnya 3 juta followers.

Dengan kepopulerannya yang setenar itu, berapa tarif yang dipatok Mario Teguh sekali bicara? Tribunnews pada tahun 2016[i] pernah mendapatkan informasi dari beberapa sumber bahwa tarif perjam Mario Teguh adalah sekitar 100-200 juta Rupiah! Honor yang bikin ngiler banyak orang.

Baca juga: 3 Teknik Self-Improvement untuk Mengubah Diri dalam Waktu Singkat

Tarif motivator Mario Teguh memang fantastis namun bukan mustahil. Sebuah buku mengenai motivator yang berjudul “Ide Gila Marketing: Potret Geliat Motivator Dahsyat Indonesia”[ii] juga menuliskan betapa tingginya tarif seorang motivator, yaitu berkisar 40-50 juta sekali bicara! Sedangkan riset dari Motivator Didik Madani mengatakan bahwa untuk motivator kelas menengah rata-rata fee-nya adalah 15 juta rupiah untuk sesi 2 jam[iii].

 

Kekalahan Perang yang Memalukan

Tahun 1958, pecahlah perang saudara di Vietnam. Vietnam utara, di bawah kepemimpinan Ho Chi Minh yang komunis ingin mempersatukan kembali Vietnam, sehingga perang dengan Vietnam selatan bentukan Prancis tidak dapat terhindarkan[iv].

Amerika Serikat yang kapitalis takut akan efek domino jika Vietnam selatan jatuh ke tangan komunis. Mereka takut kejatuhan Vietnam selatan akan mendorong negara-negara kawasan Asia Tenggara pun akan jatuh ke paham komunis, yang mana akan memperkuat blok timur yang dipimpin Uni Soviet dan memperlemah posisinya di Asia Tenggara.

Maka negara adidaya itu pun memutuskan untuk ikut serta dalam perang berskala penuh melawan Vietkong (sebutan terhadap Vietnam utara). Lebih dari 2,5 juta prajurit Amerika Serikat diterjunkan di Vietnam dalam kurun waktu 1964 hingga 1975. Amerika, didukung persenjataan berat dan super canggih pada masa itu membuat peperangan melawan Vietkong seperti Daud melawan Goliat. Dan tepat seperti dalam kisah tersebut pula, Goliat – Amerika Serikat, negara adidaya dengan kekuatan militer yang fantastis, akhirnya harus mengakui kekalahannya dalam perang Vietnam. Dikalahkan oleh Vietkong yang kurang persenjataan, latihan militer dan bahkan tidak berseragam, sama seperti Daud.

Secara nalar di atas kertas, tidaklah mungkin negara sekuat Amerika bisa kalah dalam perang Vietnam. Militer Amerika adalah militer terkuat pada masa itu, dan hanya dapat ditandingi oleh kekuatan militer Uni Soviet. Namun pihak Amerika nampaknya kurang memperhitungkan satu hal penting yang menentukan kemenangan dalam perang, yaitu MOTIVASI.

Vietkong punya alasan yang kuat untuk bertempur dengan Vietnam selatan: negara itu korup dan pemerintahnya tidak peduli pada rakyatnya. Vietkong sejak awal sudah memperjuangkan kemerdekaan seluruh Vietnam dari tangan Prancis. Vietnam adalah tanah mereka juga. Mereka memandang invasi ke Vietnam selatan sebagai misi pembebasan dan persatuan bangsa. Karena itu mereka memperlakukan rakyat Vietnam selatan dengan baik. Militer Vietkong membantu rakyat dalam pekerjaan mereka sehari-hari dan menjanjikan tanah, kekayaan dan kemerdekaan di bawah Ho Chi Minh. Tak heran jika di kalangan rakyat jelata pun, terjadi simpang siur tentang siapakah pihak yang baik dalam perang ini, apakah Hanoi yang korup + tentara asing (AS)? Ataukah Vietkong yang memperlakukan mereka dengan baik?

Sedangkan tentara AS memang juga memiliki motivasi, tapi motivasi terbaik mereka adalah pengabdian terhadap bangsa AS dan dibanggakan oleh keluarga, tidak lebih dari itu. Ditambah lagi ada hukuman penjara bagi pemuda yang menolak wajib militer kala itu (seperti yang dialami oleh almarhum Petinju no. 1 dunia: Mohammad Ali).

Meskipun tidak selalu motivasi memberikan kemenangan dalam peperangan, namun motivasi tentara Vietkong telah mendorong mereka menggali terowongan sejauh 121 km dengan perlengkapan seadanya, yang akhirnya memberikan mereka keunggulan strategis dan menentukan kemenangan, sekalipun dengan korban jiwa yang sangat besar. Diperkirakan 1,1 juta tentara Vietkong gugur, dibandingkan dengan 58 ribu korban jiwa + 100 ribu cacat berat di pihak tentara AS.

Gambar Terowongan Vietkong (sumber: commons.wikipedia.org)

Motivasi adalah bahan baku utama energi untuk TANGGUH. Motivasi yang kuat memberikan kekuatan super kepada manusia untuk melakukan lebih daripada apa yang ia mampu lakukan. Seperti adrenalin yang membuat seorang pria mampu mengangkat sebuah mobil demi menyelamatkan seorang anak yang terperangkap di bawahnya.

Itulah sebabnya pelatihan-pelatihan motivasi tetap disukai sekalipun biayanya selangit. Gallup mengestimasi bahwa karyawan-karyawan yang tidak termotivasi telah mengakibatkan kerugian produktivitas senilai $500 milyar setiap tahunnya di seluruh AS, dan perusahaan yang mampu membuat karyawan-karyawannya termotivasi akan memiliki produktifitas yang lebih tinggi 202% daripada perusahaan lain[v]. Salah satu testimonial perusahaan pengguna jasa motivator mengatakan bahwa terjadi peningkatan kinerja dari para karyawannya setelah mengadakan seminar motivasi tersebut bahkan hingga 430%![vi]. Kalau ini memang benar, mengelontorkan uang puluhan hingga ratusan juga tidaklah ada artinya jika dibandingkan dengan hasilnya.

 

Motivasi Diri dengan Belajar Peta (MAP)

“Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, tetapi diri kita sendiri” demikian kata-kata bijak singkat yang sering kita dengar.

Memang masalah sesulit apapun masih bisa dihadapi sepanjang kita masih punya energi hidup yang kita sebut dengan “motivasi”. Tetapi tatkala kita kehilangan motivasi, sehebat dan sekuat apapun diri kita, kita berubah menjadi lemah, dan tidak berdaya. Kekalahan dan kegagalan sudah ada di depan mata orang-orang yang kehilangan motivasi.

Riset bidang psikologi dewasa ini menunjukkan setidaknya ada 3 hal yang membangkitkan energi motivasi dari dalam diri kita sendiri, yaitu Mastery, Autonomy, dan Purpose (M.A.P. – dalam bahasa indonesia berarti peta).

 

Notes: Artikel ini diambil dari buku Tangguh; 4 Rahasia yang Jadikan Anda Tak Terkalahkan, karya Coach Deny Hen. Hubungi kami jika Anda membutuhkan informasi training/motivasi menggunakan metode M.A.P.

 

Catatan kaki:

[i]   Desi Kris, “Tarif Mario Teguh Memang Super, Wanita Ini Bocorkan Biaya Per Jam dan Fasilitas Mewah yang Diminta,” situs Tribun Jabar, 28 September 2016, https://jabar.tribunnews.com/2016/09/28/tarif-mario-teguh-memang-super-wanita-ini-bocorkan-biaya-per-jam-dan-fasilitas-mewah-yang-diminta?page=2

[ii] Hermawan Aksan, Ide Gila Marketing Tung Desem Waringin; Potret Geliat Motivator Dahsyat Indonesia (Jakarta: Mizan Publika, 2008).

[iii] Didik Madani, “Jenis Tarif Berdasarkan Sumber”, situs Didik Madani, diakses 17 Juni 2019, http://didikmadani.com/article-jenis-tarif-berdasarkan-sumber-449.html.

[iv] Sejarah perang Vietnam diambil dari “Vietnam War”, situs BBC, diakses 17 Juni 2019, https://www.bbc.com/bitesize/guides/zv7bkqt/revision/1.

[v]   Rhett Power, “Science Proves What Dale Carnegie Knew All Along About Motivation”, situs Inc, 20 September 2016, https://www.inc.com/rhett-power/science-proves-what-dale-carnegie-knew-all-along-about-motivation.html

[vi] Aksan, Ide Gila Marketing Tung Desem Waringin

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Marriage coach & counselor, life coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagaimana pendapat Anda?