Menyelesaikan Kebuntuan dalam Konflik Rumah Tangga

konflik buntu

Riset menemukan bahwa 69% konflik rumah tangga tidak dapat diselesaikan. Konflik-konflik tersebut disebut dengan perpetual problem, yang artinya masalah yang terus-menerus, tidak ada ujungnya. Dalam konflik-konflik seperti ini, pasangan-pasangan seakan-akan selalu menemui jalan buntu tatkala membahas topik yang menjadi konflik tersebut.

Baca juga: Mencegah Sindrom Bill Gates dalam Pernikahan

Beberapa konflik yang seringkali menjadi pertengkaran yang tiada berujung misalnya:

  • Konflik mengenai penggunaan uang
  • Tuntutan istri agar suami ikut serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga
  • Konflik tentang cara mendidik/mendisiplin anak
  • Lebaran/Imlek/Natal ke mana, ke keluarga suami atau keluarga istri (khususnya jika keluarga besar suami dan istri yang beda kota)

 

Konflik-konflik seperti ini benar-benar membuat kita frustasi saat mengalaminya. Semakin kita berupaya mengurai konflik tersebut, kita merasakan semakin menyakitkan dan konflik justru semakin memanas. Seringkali konflik-konflik itu akhirnya kita peti es-kan, dan akan muncul lagi di suatu waktu nanti ketika topik itu kembali terangkat ke permukaan. Kita kembali berantem dan kembali menemui jalan buntu. Begitu terus terjadi. Letih dengan pertengkaran yang sama, seringkali membuat kita jadi berdiam diri. Munculah tembok dalam hubungan kita. Kita jadi berhenti berbicara. Kita takut dilukai, atau takut konflik akan terpicu lagi. Hubungan pun jadi memburuk dan makin hari kita merasa makin jauh sampai suatu hari kita merasa kehilangan perasaan kepada pasangan kita. Dan ini tentu membahayakan pernikahan.

Sebenarnya akar dari segala kebuntuan dalam rumah tangga adalah adanya mimpi-mimpi dan prinsip hidup yang tidak diakui dan tidak dihargai oleh pasangan. Dan kunci untuk memperbaiki konflik-konflik tak terselesaikan seperti ini bukan terletak pada penyelesaian secara logis, tetapi terletak pada saling berbagi mimpi dan nilai-nilai yang mendasari posisi pasangan dalam konflik tersebut. Kemudian mencoba memahami, memberi empati dengan pikiran dan pandangan pasangan kita.

 

Dalam hal ini teknik komunikasi PASANGAN sangatlah bermanfaat untuk menyelesaikan konflik. Pada saat bertanya, gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam percakapan PASANGAN (untuk penjelasan percakapan PASANGAN, Anda dapat membaca posting berikut: PASANGAN: Teknik Komunikasi yang Menyenangkan Pasutri):

  1. Mengapa hal ini begitu penting bagimu?
  2. Apa yang kamu rasakan bila tidak mendapatkan hal tersebut? Apa yang membuatmu merasakan hal tersebut?
  3. Apa prinsip, nilai, atau kepercayaan yang mendasari pendapatmu mengenai hal ini? Mengapa hal itu penting?
  4. Apakah ada cerita masa lalu atau masa kecil yang berhubungan dengan hal ini?

 

Walaupun pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bertujuan untuk menyelesaikan masalah, namun akan membuat pasangan akan belajar untuk saling memahami satu sama lain, dan membantu Anda berdua bergerak maju kepada kesepakatan dan kompromi.

 

Jika Anda atau pasangan Anda masih merasa buntu dengan masalah-masalah yang terjadi dalam pernikahan Anda, jangan menunda untuk mencari bantuan. Coaching & konseling pernikahan sangat efektif untuk menolong Anda berdua menikmati pernikahan yang Anda harapkan.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Marriage coach & counselor, life coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagaimana pendapat Anda?