Rahasia Panjang Umur Mungkin Ada di Kehidupan Sosial Anda

Saya adalah seorang Introvert. Introvert menurut google dictionary berarti seorang yang pemalu dan segan. Introvert cenderung tidak suka bergaul dan lebih suka bercakap-cakap dengan dirinya sendiri daripada dengan orang lain. Tetapi orang introvert ternyata harus memaksakan diri untuk terus bergaul secara konstan dengan orang lain dalam interaksi sosial yang nyata, bukan digital.

Baca juga: Runtuhnya Dominasi Pria atas Wanita dalam Dunia Pendidikan dan Bisnis

Susan Pinker di Ted Talks, menjelaskan bahwa rahasia panjang umur, ternyata bukan pada upaya menjaga kesehatan seperti makanan yang sehat, olah raga, maupun lingkungan dengan udara yang bersih. Walaupun memang berhenti merokok merupakan urutan ketiga dari hal yang paling berpengaruh untuk umur panjang, tetapi urutan pertama dan kedua yang paling memprediksi akan umur panjang adalah:

  1. Integrasi Sosial: tentang bagaimana kita sehari-hari bergaul dengan banyak orang, dalam interaksi yang nyata, dan bukan sosial media.
  2. Relasi yang akrab: tentang bagaimana memiliki minimal 3 sahabat dekat menentukan panjang hidup kita.

Kita sering melupakan bahwa kita (manusia) bukan sekedar mahluk fisik, tetapi juga punya emosi. Dan masalah emosi seringkali lebih berpengaruh daripada sesuatu yang bersifat fisik seperti penyakit, kuman, virus dan genetik.

Karena itu bagi para introvert seperti saya, penting sekali rupanya untuk menutup laptop, menaruh gadget di meja dan mulai bercakap-cakap dengan orang lain.

Tetapi tidak berhenti di sana saja. Kita juga perlu menjalin hubungan dekat dengan setidaknya 3 orang. Mereka adalah orang yang termasuk lingkaran dalam kita yang kepada mereka kita bisa bercerita tentang diri kita, mereka yang akan membantu kita dalam kondisi sulit (termasuk meminjamkan uang mereka).

Jefry Hall, seorang pakar komunikasi dari Kansas University menemukan dalam risetnya bahwa dibutuhkan waktu setidaknya 200 jam bersama-sama untuk dua orang agar memiliki hubungan sebagai sahabat.

Umur Panjang dan Pernikahan

Dalam hidup kita, orang yang mempunyai kesempatan untuk paling banyak berinteraksi dengan diri kita adalah pasangan kita. Kita menempati rumah yang sama, kita makan di piring yang sama, bahkan tidur di ranjang yang sama. Sayangnya dalam banyak rumah tangga, justru pasangan kita bukannya jadi sahabat, malah menjadi musuh dalam selimut.

Padahal, dalam menemukan 3 orang sahabat untuk usia hidup yang lebih lama, setidaknya kita sudah punya 1, kalau kita punya hubungan yang akrab dengan suami atau istri kita. John Gottman, pakar pernikahan dari Amerika juga menemukan dalam studinya bahwa kunci hubungan pasutri yang langgeng dan bahagia terletak pada persahabatan antara suami dan istri.

Maka tidak aneh bila dalam riset tentang faktor-faktor yang memprediksi panjang umur, pernikahan bukan salah satunya. Karena bukan sembarang pernikahan yang membantu kita panjang umur, tetapi hanya pernikahan yang hebat.

Maka, bergaulah, carilah sahabat, bersahabatlah dengan istri/suami Anda. Dan jalanilah hidup sepanjang yang Tuhan berikan dengan penuh rasa syukur.

Saya Deny Hen, Salam Pembelajar!

 

 

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Founder Pembelajar Hidup, Life Coach - Marriage Coach di Jakarta. Pembicara seminar di berbagai kota di Indonesia, di antaranya menjadi narasumber talkshow di stasiun TV BeritaSatu dan Tabloid Nova.
Bagikan:
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

10 checklist persiapan diri untuk menikah

Bagaimana pendapat Anda?