Rumus Usia yang Pas untuk Pacaran

Kak…

Aku seorang gadis siswa kelas 3 SMA. Boleh gak kalau aku pacaran? Aku mau cari cowo baik-baik yang sama-sama jaga kesucian waktu pacaran. Tapi sepertinya di jaman kayak gini susah cari cowo kayak gitu. Rata-rata teman aku sudah pernah kissing dan sejenisnya. Orang tua juga belum ngasih ijin untuk pacaran. Tapi aku pengennn banget punya pacar. Gimana menurut kakak?

Mungkin ini pertanyaan yang nggak penting banget… tapi tolong dijawab ya kak, makasih.

Astri (bukan nama sebenarnya)

 

Baca juga: Bagaimana Menjaga Kesucian Waktu Pacaran?

 

JAWAB:

Dear Astri,

Sungguh pertanyaan yang bagus sekali! Ini bukan pertanyaan yang nggak penting kok, justru penting banget.

Bagi Astri yang masih duduk di bangku SMA, tentu ingin sekali pacaran, terlebih banyak teman-teman Astri juga sudah pacaran.

Pacaran memang menyenangkan, apalagi bagi para remaja yang baru saja menyadari adanya mahluk lain yang mengagumkan yang berbeda dengan kita. Bagi pria, wanita adalah mahluk indah, cantik dan menyenangkan. Bagi wanita adanya sosok pintar, humoris, gentle dan protektif serta tak lupa cool itu sangat menarik.

Tetapi membuka diri untuk pacaran harus pas waktunya, kalau terlalu tua (apalagi bagi wanita) akan menyulitkan dalam mencari pasangan. Tetapi sebaliknya kalau terlalu muda juga kurang baik.

Bolehkah anak SMA pacaran?

Bolehkah Anak SMA Pacaran?

Boleh atau tidak boleh tentunya itu kembali ke orang tua masing-masing. Tetapi saya tidak menyarankan anak SMA untuk mulai pacaran karena 4 alasan ini:

1. Mengganggu sekolah/kuliah

Alasan paling utama adalah karena pacaran dapat mengganggu sekolah. Pada masa sekolah, tugas utama kita sebagai pelajar adalah belajar sungguh-sungguh, sehingga mendapatkan nilai yang baik demi masa depan kita.

Pada usia SMA pada umumnya kita masih labil dan terbawa emosi. Nah seringkali dalam pacaran ada sukacita, namun juga ada kekesalan/amarah sehingga emosi kita yang naik turun ini dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Bagi mahasiswa, biasanya emosi sudah lebih terkontrol, sudah lebih kuat untuk berdiri pada pendapat sendiri, dan waktu kuliah yang fleksibel memaksa kita untuk dapat mengatur waktu dengan lebih baik.

2. Belum memiliki penghasilan

Alasan kedua ini lebih khusus bagi para pria. Untuk para pria, Anda adalah orang yang mempunyai tanggung jawab utama dalam memenuhi kebutuhan keluarga Anda di kemudian hari. Karena itu dalam berkencan, paling baik apabila sang pria yang membayarkan sang wanita.

Ini bukan suatu kewajiban ataupun sesuatu yang ditujukan untuk merendahkan wanita, tetapi adalah adalah suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pria untuk bisa membayarkan kencannya. Suatu latihan yang penting untuk tanggung jawab sebagai suami kelak di kemudian hari.

Untuk para wanita, jika Anda mengencani pria yang tidak bisa membayar biaya kencan Anda berdua, maka lampu kuning bagi Anda. Anda harus memikirkan bagaimana kelak bila menikah, siapa yang membiayai keluarga Anda berdua? Terlebih jika Anda wanita yang harus membayarkan full setiap kencan, pria yang Anda kencani sebaiknya segera mencari pekerjaan supaya belajar untuk bertanggung jawab dan mengatur keuangan. (Baca: Apa Pentingnya Pria Duluan Nembak Wanita?)

Maka dari itu, pria-pria yang belum punya penghasilan disarankan mencari pekerjaan dulu untuk membiayai kencannya. Kalau masih kuliah, setidaknya bisa mulai mencari kerja part time, atau setidaknya penghasilan tambahan dari jualan sesuatu atau pekerjaan temporal seperti menjadi membantu di toko kerabat, crew Event Organizer, mengerjakan proyek-proyek programming, atau yang lainnya.

3. Membatasi Pergaulan

Pada masa SMA, kita baru saja mulai memahami diri kita, dan mengenal lawan jenis kita. Namun begitu kita “jadian”, bahkan sekalipun hubungan cintanya masih cinta monyet yang belum serius ke pernikahan, maka hubungan akan menjadi lebih ekslusif.

Kita akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan sang kekasih daripada dengan teman-teman lainnya. Padahal pada usia tersebut, kita masih perlu teman-teman sebaya yang sejenis maupun yang lawan jenis. Merekalah yang membantu kita mengenal diri kita (termasuk panggilan kita) dan membantu kita belajar menjalani kehidupan. Tak jarang mereka juga yang membantu karir kita di kemudian hari.

Selain itu, terlalu cepat pacaran akan mengurangi keterbukaan kita untuk mengenal dan dikenal oleh lawan jenis. Hal ini akan sangat merugikan, seakan-akan lawan jenis yang kita kenal kok cuma kakak dan adik (kalau punya saudara lawan jenis), ayah/ibu kita dan pacar. Kita jadi tidak mengenal berbagai macam sifat laki-laki/wanita yang lain, yang pastinya banyak yang lebih baik maupun lebih buruk daripada sang pacar dan keluarga kita.

Padahal, kita perlu mengenal dan bergaul dengan sebanyak mungkin teman pria/wanita, sebelum nantinya benar-benar menjatuhkan pilihan yang tepat untuk menikah dengan seseorang di antara mereka.

4. Membatasi Pengembangan diri

Pada masa remaja, kita baru mulai menjajal kemampuan diri kita. Kita sedang gencar-gencarnya mencoba segala sesuatu dan menekuni talenta dan bakat kita. Remaja memerlukan aktualisasi diri, meraih prestasi baik akademis maupun dalam bidang lainnya. Tuhan pun ingin kita menemukan talenta unik yang Tuhan sudah anugerahkan kepada kita. Talenta itu perlu ditemukan dan dikembangkan dengan cara mencoba berbagai hal, mencoba menekuni minat kita, juga melalui persahabatan. Semua itu membutuhkan waktu. Pacaran dapat menyedot semua waktu dan perhatian yang kita butuhkan untuk mengembangkan diri.

rumus perhitungan usia yang pas mulai pacaran

Rumus untuk Menghitung Kapan Usia yang Pas untuk Pacaran

Kalau begitu kapan sebaiknya kita mulai membuka diri untuk berpacaran?

Patokan yang cukup baik adalah dengan rumus M-3.

M adalah usia ideal menurut Anda untuk menikah. Usia ideal yang dimaksud adalah usia minimal Anda sudah siap menikah. Misalnya, pada waktu dulu, saya berpikir bahwa idealnya saya sebagai pria menikah di usia antara 25-30 tahun. Kalau sebelum itu saya pikir belum memiliki tabungan yang cukup dan pekerjaan yang mapan. Kalau setelah itu saya berpikir usia dengan anak akan terlalu jauh.

Nah, berarti saya sudah dapat memulai membuka diri pada usia M-3 yaitu 25-3 =22 tahun, atau pada tahun saya lulus kuliah. Angka 3 tahun adalah waktu ideal untuk membina hubungan pacaran dari mulai pacaran sampai pernikahan. Di mana dalam 3 tahun kita sudah cukup mengenal calon suami/istri kita, namun tidak terlalu lama pacaran.

 

Jadi ingatlah rumus usia yang pas untuk pacaran = M-3, dan 4 alasan untuk menunda usia pacaran.

Saya Deny Hen, Salam Pembelajar.

 

 

 

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Founder Pembelajar Hidup, Life Coach - Marriage Coach di Jakarta. Pembicara seminar di berbagai kota di Indonesia, termasuk menjadi narasumber talkshow di stasiun TV BeritaSatu dan Tabloid Nova.
Bagikan:
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

quiz siap nikah

Bagaimana pendapat Anda?