10 Hal yang Bisa Membuat Anda Gagal di Masa Mendatang

belajar dari kegagalan

Jack Ma, orang terkaya Tiongkok dengan Alibaba-nya, pernah berkata, “Ketika kamu miskin, kata-kata bijakmu terdengar seperti kentut. Tetapi ketika kamu sudah kaya, kentutmu terdengar sangat menginspirasi”

Banyak orang yang ingin sukses belajar dari success story, tapi tidak belajar dari kegagalan-kegagalan. Padahal kegagalan yang kita pelajari membantu menghindarkan kita dari pengalaman serupa di masa mendatang. Mungkin kita sudah melakukan begitu banyak hal untuk mencapai kesuksesan kita, tapi tatkala kita tidak waspada, nama kita mungkin akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu orang yang mengalami kegagalan terbesar.

Baca juga: Reaching Your Maximum Potential

Karena itu saya coba rangkumkan 10 hal yang bisa membuat Anda gagal di masa mendatang sebagai daftar yang dapat Anda gunakan untuk evaluasi diri.

 

1. Tidak Melakukan Evaluasi Diri

Hal pertama yang dapat membuat Anda gagal adalah kurangnya evaluasi diri. Evaluasi diri sangat bermanfaat untuk melihat hal-hal apa yang telah kita lakukan, mana yang berhasil mana yang gagal. Sukses adalah soal melakukan berulang-ulang tindakan yang terbukti berhasil dan memperbaiki atau memodifikasi tindakan yang tidak membuahkan hasil di masa lalu.

Evaluasi diri juga merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk berhenti sejenak dan memandang diri kita dalam sebuah cermin. Saat bercermin, kita dapat melihat dengan jelas mungkin ada sisa makanan di wajah kita, atau ada debu yang menempel pada pakaian kita dan kita bisa bersihkan sebelum kita mendapatkan malu waktu bertemu orang lain. Demikian juga evaluasi diri, adalah suatu latihan yang efektif untuk mengantisipasi kegagalan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

 

2. Malu Menjual Diri Anda

Profesi sales atau marketing adalah salah satu profesi yang paling banyak dibutuhkan, tetapi juga merupakan salah satu profesi yang paling dihindari orang. Salah satu alasannya adalah karena malu berjualan. Banyak orang malu karena berjualan berarti bertemu dengan orang-orang, dikenal maupun tidak dikenal dan menawarkan barang dagangan pada mereka. Bahkan ada orang yang antipati untuk berjualan pada orang lain, seakan-akan berjualan adalah profesi yang hina di mana kita akan mengganggu dan terkadang menipu orang lain demi mendapatkan omset.

Kenyataannya adalah mau tidak mau, suka tidak suka kita akan selalu berjualan kepada orang lain. Diri kita – penampilan, perkataan dan tindakan kita – adalah display yang menunjukkan siapa diri kita, dan hal-hal tersebut akan menentukan apakah kita akan “dibeli” oleh orang lain.

menjual diri kita

Apa yang dibeli orang dari kita?

Persahabatan, cinta, pengaruh, pendapat, teladan dan nasehat, atau sekedar argumen kita. Tentunya termasuk barang dan jasa yang memang akan dibeli oleh orang lain dari diri kita yaitu tenaga/keahlian kita dan barang dagangan kita.

Kita menjual diri kita, bukan untuk tujuan supaya dibeli sebanyak mungkin orang, tidak perduli butuh atau tidak butuh (seperti pikiran salesman-salesman nakal yang hanya kejar target). Kita menjual diri kita supaya orang-orang yang membutuhkan sebagian dari diri kita menemukan kita dan mendapatkan pemuasan kebutuhan mereka.

Saat kita menolak untuk menjual diri kita, kita menjadikan kemampuan dan keahlian, barang dagangan atau hal-hal positif yang kita miliki tersembunyi dari orang lain, dan akibatnya orang lain tidak merasa memerlukan Anda dan tidak akan mengingat Anda di saat mereka membutuhkan.

Saat orang lain tidak merasa membutuhkan Anda, maka karir Anda end.

 

(Note: Workshop Step-by-Step Developing Your Personal Digital Brand dapat membantu Anda yang ingin mengembangkan Personal Digital Brand Anda)

 

3. Tidak Meng-upgrade Diri Anda

Anda mendapatkan karir yang bagus, atau usaha Anda sudah menghasilkan pendapatan yang besar. Maka Anda masuk dalam PW (posisi wuenak), di mana hal-hal yang Anda lakukan sudah menjadi auto-pilot karena semuanya sudah berjalan dengan baik. Masalahnya adalah dunia yang kita tempati bukanlah dunia yang konstan. Dunia selalu berubah dan beberapa tahun terakhir ini perubahan menjadi semakin cepat. Tanpa meng-upgrade diri Anda, dengan cepat kita akan menjadi barang antik yang cuma bagus dipajang, tapi tidak untuk digunakan.

Anda mungkin adalah orang terhebat di bidang Anda saat usia Anda 40 tahun, tapi Anda bisa kesulitan mengejar junior Anda yang berusia 30 tahun, saat Anda berusia 50 tahun. Upgrade terus diri Anda memastikan Anda terus berada di paling depan dalam bidang Anda dan mempertahankan kisah sukses Anda.

 

4. Terlalu Cepat Puas dengan Pencapaian Anda

Salah satu penyebab kita tidak merasa membutuhkan mengembangkan diri adalah karena kita merasa sudah puas dengan pencapaian kita. Karena itu, saat kita sudah merasa berhasil, kita perlu introspeksi dan evaluasi akan pencapaian kita. Apakah kemampuan kita memang sudah maksimal atau belum, apakah pencapaian kita ini adalah pencapaian yang berarti, atau belum. Dan untuk melihat pencapaian kita, terkadang kita perlu benchmark atau membandingkan dengan pencapaian dari orang lain.

cita-cita sederhana

Waktu kita tidak menyadari akan begitu sederhananya pencapaian yang kita capai, orang-orang di sekeliling kita tanpa kita sadari sudah melesat jauh di depan kita.

 

5. Arogan dan sombong

Sikap arogan dan sombong selalu mendahului kejatuhan seseorang. Dalam kisah roman Sam Kok yang begitu terkenal, Guan Yu (Kwan Kong dalam versi Hokyan) sebagai seorang jendral yang sangat hebat, begitu dikagumi para penguasa jaman itu karena keperkasaan dan kemampuannya. Konon ia pernah menghabisi seorang jendral lawan dalam waktu singkat bahkan sebelum arak yang disugukan menjadi dingin. Dalam suatu perjalanan bahkan dia menghabisi 5 perwira tanpa perlawanan yang sengit. Tapi prestasinya ini membuatnya sombong, dan akhirnya Guan Yu, anaknya Guan Ping dan seluruh prajuritnya harus kehilangan nyawa mereka di sebuah pertempuran. Kematiannya menyebabkan serangkaian kejadian yang akhirnya juga turut menyeret kakaknya Liu Bei dan adik angkatnya Zhang Fei, turun sampai ke liang lahat.

Sikap arogan dan kesombongan membuat kita kehilangan fokus utama dan mengalihkannya kepada usaha untuk mempertahankan kesombongan dan arogansi kita, dan ini fatal dalam kesuksesan jangka panjang.

 

Bersambung ke 10 Hal yang Bisa Membuat Anda Gagal di Masa Mendatang 2

 

 

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Founder Pembelajar Hidup, Life Coach - Marriage Coach di Jakarta. Pembicara seminar di berbagai kota di Indonesia, di antaranya menjadi narasumber talkshow di stasiun TV BeritaSatu dan Tabloid Nova.
Bagikan:
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
10 checklist persiapan diri untuk menikah

Bagaimana pendapat Anda?