Tips Bicara Soal Seks dengan Anak Remaja

bicara soal seks dengan remaja

“Saya pikir memang kalau orang pacaran ya gituan…” kata seorang ibu berusia 40 tahun yang menyesali masa remajanya. Ia mengingat bawa waktu itu ia masih berusia 15 tahun ketika pertama kali melakukan hubungan intim itu. Lepas dari stigma masyarakat yang seringkali menghakimi remaja seperti ini sebagai anak nakal, ibu ini sebenarnya adalah korban. Ia adalah korban dari pacarnya yang manipulatif dan membohongi dia tentang seksualitas. Ia adalah korban dari ketidaktahuan orang tua bahwa edukasi tentang hubungan intim perlu diajarkan kepada anak sejak pertama kali anak perempuan mengalami haid. Ia juga adalah korban dari masyarakat yang seringkali tabu membicarakan seks namun menghakimi ketika ada remaja-remaja yang jatuh dalam jurang tersebut.

Artikel ini ditujukan kepada para orang tua remaja, namun sangat bermanfaat juga untuk guru, konselor, BK, dan pembina remaja.

Baca juga: Membantu Remaja Menemukan Tujuan Hidupnya

Pentingnya Bicara Soal Seks kepada Anak Remaja

Beberapa hal penting kenapa bicara soal seks merupakan salah satu hal yang paling penting untuk dibicarakan dengan anak remaja:

1. Anak remaja tidak begitu saja tahu semuanya tanpa ada yang memberi tahunya tentang apapun. Tubuhnya yang terus berkembang menuju dewasa mengalami banyak perubahan fisik. Jakun yang membesar, bulu-bulu yang tumbuh di kemaluan, payudara yang membesar, suara yang dalam masa transisi berubah menjadi parau bisa membuat mereka merasa malu yang bingung. Mereka ingin tahu soal seksualitas. Tanpa ada yang memberikan edukasi yang tepat dengan cara yang tepat dan orang yang tepat, mereka bisa memperoleh informasi yang terdistorsi, menyesatkan dan menjerumuskan.

Contoh: Ada remaja yang mengira bahwa ciuman saja akan membuatnya hamil. Atau mitos bahwa semua penyakit kelamin dapat disembuhkan.

2. Sebelum usia 25 tahun, pre-frontal cortex manusia itu belum matang sepenuhnya. Bagian otak ini bertanggung jawab atas pengambilan keputusan, regulasi emosi, dan pengendalian impuls dan rangsangan. Ini menjelaskan kenapa remaja itu labil. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang minim tapi kemampuan fisik yang mulai setara manusia dewasa, ia akan sangat rentan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bodoh bagi orang dewasa. Keputusan-keputusan mereka seringkali kurang memikirkan mengenai masa depan sehingga menyulitkan mereka sendiri. Tanpa edukasi yang tepat mengenai seksualitas, mereka akan menggunakan itu dengan keliru.

Penyakit kelamin, hamil saat masih sekolah, aborsi merupakan dampak langsungnya. Tetapi dampak tidak langsungnya lebih besar lagi: terpaksa berhenti sekolah, masa depan yang menjadi suram, depresi dan hancurnya harga diri, bahkan ada juga yang terpaksa melarikan diri dari tanggung jawab.

3. Remaja rentan dibohongi dan dimanfaatkan oleh orang dewasa. Kisah-kisah seperti Aurelie Moeremans dalam Broken Strings, bukanlah kisah yang jarang ditemui. Banyak juga remaja yang hancur akibat prostitusi, atau seperti seorang ibu dalam kisah di awal artikel ini yang dibohongi pacarnya bahwa melakukan hubungan intim adalah hal yang normal yang biasa dilakukan dalam pacaran. Hanya karena manusia telah menemukan sebagian besar obat dari penyakit kelamin, bukan berarti manusia selalu punya hak untuk melakukan hubungan intim kapan saja di mana saja dengan siapa saja. Kenyataan yang terjadi adalah budaya barat dengan seks bebasnya sedang meluncur tajam di dalam jurang kehancuran keluarga-keluarga mereka.

Dan di jaman ini, pembohongan dan penyesatan informasi terjadi di media sosial, langsung di muka para remaja itu sendiri. Mereka disesatkan bukan di luar rumah, tapi di dalam kamar mereka sendiri. Anak-anak lelaki juga rentan dimanipulasi secara seksual, bukan hanya perempuan.

4. Saat remaja salah jalan soal seks, harganya itu sangat besar. Harganya itu masa depan mereka, dan kalau orang tua tidak peduli dengan masa depan mereka, setidaknya perdulilah dengan uang para orang tua itu sendiri, karena selama remaja belum dewasa, yang akan membayari seluruh biaya pengobatan, kehamilan, dan rusaknya masa depan anak itu adalah orang tua.

Selain yang akan membayar adalah orang tua dan diri remaja sendiri, seringkali yang harus membayar dampaknya juga adalah anak-anak mereka dan keturunan-keturunan mereka kelak.

5. Kesempatan untuk bisa bicara soal seks dengan anak adalah kesempatan yang sangat indah untuk bisa bonding dengan anak remaja. Tidak perlu diperjelas lagi bahwa banyak orang tua yang sulit mencari kesempatan untuk bisa menjalin relasi dengan anak mereka. Pembicaraan soal seks ini sebenarnya merupakan salah satu kesempatan emasnya. Membicarakan hal ini tanpa tekanan dan judgement membuat remaja merasakan akan adanya orang yang mendukung dan membimbing mereka dari belakang. Mereka dapat melihat bahwa orang tua mereka peduli kepada mereka.

 

Hal-Hal Tentang Seks yang Perlu Dibicarakan dengan Remaja

Lantas apa saja yang perlu dibicarakan tentang seks dengan anak remaja? Setidaknya ada 4 hal:

  1. Jelaskan kenapa Anda perlu bicara soal seks dengan mereka
  2. Tanyakan, “Apa yang kamu telah ketahui soal seks?”
  3. Ceritakan secara eksplisit bagaimana hubungan intim itu dilakukan dan mengapa hubungan intim itu harus ditaruh di tempat yang sakral yaitu di dalam pernikahan.
  4. Diskusikan juga mengenai pornografi (juga tanpa judgement)

Berikut penjelasannya.

Pertama, katakanlah bahwa Anda perlu bicara soal seks dengan mereka karena begitu banyak mitos-mitos yang menyesatkan yang beredar mengenai seks. Jelaskanlah bahwa Anda sangat peduli dengan mereka sehingga tidak ingin mereka mengalami masa depan yang suram karena tidak tahu mengenai seksualitas. Mereka harus menyadari tanggung jawab mereka bahwa setelah akil balik, mereka bisa hamil atau menghamili orang lain.

Kedua, bertanyalah apa yang kamu ketahui soal seks, dan dengarkan mereka. Jangan menertawakan, tapi menghargai apa pun yang mereka ceritakan.

Ketiga, Anda harus menjelaskan bagaimana hubungan intim itu dilakukan secara eksplisit. Hal ini mencegah remaja cemas akan hamil hanya dengan ciuman atau bahkan sekedar pegangan tangan. Katakan dengan elegan dan sopan, bukan dengan jorok dan mesum. Misalnya:

“Nak, tahukah kamu bagaimana seorang anak bisa ada? Dulu kami pernah cerita bahwa kamu berasal dari Papa dan Mama, dan sekarang kamu perlu tahu bahwa dengan haid/mimpi basah pertama kamu itu menandakan bahwa kamu bisa hamil/menghamili orang lain. Pada saat dua orang saling mencintai seperti papa dan mama, seorang lelaki akan memasukkan penisnya ke dalam vagina istrinya dan dari situlah seorang istri akan mengandung. Inilah yang dimaksud dengan hubungan seks atau hubungan intim itu. Ini adalah hal yang sangat indah dan kudus yang Tuhan ciptakan. Karena itu Tuhan selalu menginginkan hal ini terjadi dalam sebuah pernikahan, bukan di luar pernikahan. “

Anda juga perlu menceritakan mengenai bahaya PMS (Penyakit Menular Seksual), kehamilan yang tidak direncanakan, beratnya derita seseorang yang harus melakukan aborsi dan suramnya jalan bagi seseorang yang memilih jalan seksual yang salah. Misalnya:

Jaman sekarang banyak orang berpikir boleh melakukan seks seenak-enaknya dengan bebas tanpa harus menikah, tetapi kamu perlu tahu bahwa 50% dari seluruh orang Amerika pernah mendapatkan PMS (Penyakit Menular Seksual) dalam sepanjang hidup mereka karena perilaku seks yang tidak bertanggung jawab itu (data US CDC tahun 2018). Bayangkan kalau kamu melakukan itu lalu kamu hamil…. masa depan kamu jadi suram. Kalau aborsi, banyak orang mengalami rasa bersalah yang besar setelah itu. Dan hal itu benar-benar bukan hal yang mudah bagi mereka untuk melaluinya.”

Keempat, mengenai pornografi. Penting sekali Anda untuk berbicara tanpa menghakimi.

  1. Tanyalah, “Apakah kamu pernah konsumsi pornografi?” atau “Apa yang kamu pikirkan soal pornografi?”
  2. Jelaskan mitos tentang pornografi, yaitu bahwa ia tidak bisa melakukan seks kapan saja di mana saja dengan siapa saja dan dengan cara apa pun. Semua yang ditampilkan itu direkayasa dan akan merusak hubungannya dengan pasangannya, dengan dirinya sendiri dan dengan Tuhan.
  3. Katakan bahwa “Kamu punya kontrol”

 

Tips Bicara Soal Seks dengan Remaja

  1. Dilakukan saat anak haid pertama kali atau mimpi basah yang pertama. Mulailah dengan kata-kata, “Kamu sudah mendapatkan haid/mimpi basah pertamamu, maka ayah/ibu perlu membicarakan hal itu dengan kamu. Bagaimana kalau hari Sabtu besok ayah/ibu ajak kamu makan es krim kesukaanmu sambil membicarakan hal itu?”
  2. Sex talk sebaiknya dilakukan oleh orang tua yang berjenis kelamin yang sama. Remaja laki-laki dengan ayah, perempuan dengan ibu. Hal ini menghindari rasa tidak nyaman sehingga anak dan orang tua sama-sama bisa bicara dengan lebih leluasa.
  3. Bicarakan sambil makan makanan kesukaan mereka, khususnya dessert. Bila sambil makan berat, lakukan pembicaraan setelah selesai makan.
  4. Katakanlah bahwa kalau ada pertanyaan boleh datang kepada orang tua. Pernyataan ini penting sekali karena membuka pintu bagi remaja-remaja yang seringkali bingung dengan seksualitas mereka tapi tidak tahu bisa bertanya kepada siapa. Namun hal tersebut baru bisa benar-benar terjadi jika orang tua membiasakan diri terbuka tanpa judgement kepada anak-anak mereka.

 

Demikianlah kenapa, apa dan bagaimana bicara soal seks dengan para remaja. Saya Deny Hen berdoa agar keluarga Anda terus dilindungi dan diberkati oleh Tuhan Maha Kuasa dan Penyayang. Salam Pembelajar!

Hubungi kami melalui Whatsapp di bawah ini, jika Anda membutuhkan bantuan untuk parenting anak remaja, atau jika anak Anda membutuhkan bantuan psikologis.

 

Bagaimana pendapat Anda?