Tips Tetap Romantis Setelah Kelahiran Si Kecil

kelahiran anak pertama

Tidak dapat disangkal bahwa kelahiran anak, khususnya kelahiran anak pertama adalah sumber konflik bagi pasangan suami-istri. Hubungan antara suami dan istri akan mencapai puncaknya sesaat sebelum anak sulung lahir. Begitu anak sulung lahir, hubungan mereka akan menurun terus dan sulit untuk kembali sampai anak-anak mereka remaja.

Baca juga: Bagaimana Caranya Bersikap Romantis Tanpa Uang?

Sewaktu anak pertama lahir, sang ibu harus memperhatikan si bayi hingga 24/7 (24 jam sehari, 7 hari seminggu). Sang ibu menjadi begitu lelah dan kecapaian untuk memperhatikan seluruh isi keluarga, terutama suaminya.

Di saat yang sama, pada umumnya suami sedang  memasuki tahap-tahap yang penting dalam meniti karirnya sehingga menghabiskan begitu banyak waktu dan pikiran untuk bekerja, dan terkadang urusan rumah jadi kurang diperhatikan, termasuk istrinya.

Akibatnya dapat ditebak, keduanya sibuk dengan urusan masing-masing, kebersamaan menjadi semakin jarang, dan ikatan emosi antara mereka akan semakin renggang.

Tetapi ternyata ada pengecualian terhadap tren di atas. John Gottman menemukan bahwa penurunan kualitas hubungan itu terjadi sedikit atau bahkan tidak terjadi pada pasangan-pasangan dengan peta cinta yang tergambar dengan mendetail (Gottman & Silver, 2015).

Maka terobosan #2 (peta cinta, sarana keintiman) dan juga terobosan #3 (tabungan cinta, teknik bercinta) akan sangat membantu mengurangi konflik pasangan, termasuk dalam masalah kelahiran anak.

Sebagai tambahan dari terobosan-terobosan itu, gunakan 3 tips di bawah ini

  1. Menunda kehamilan.

Pemikiran ini bukan pemikiran yang populer. Padahal sangat penting dan dibutuhkan oleh pasangan. Kita sudah membahas pentingnya peta cinta pada Terobosan #2 dan juga pentingnya menabung di tabungan cinta pada Terobosan #3. Kedua hal tersebut, peta cinta dan tabungan cinta, membutuhkan waktu untuk membuatnya menjadi kokoh. Karena itu disarankan bagi pasangan yang baru menikah untuk melakukan KB setidaknya untuk 1 tahun pertama pernikahan. Hal ini memberikan waktu yang cukup untuk menabung cinta yang cukup banyak dan menggambar peta cinta dengan lebih mendetail.

Saya mengerti bahwa banyak pasangan yang merasa kuatir tidak akan mendapatkan anak bila melakukan KB terlebih dahulu. Sebenarnya secara medis tidak ada kemungkinan bahwa alat KB yang tidak permanen seperti pil, kondom, bahkan spiral bisa mengakibatkan kemandulan. Yang terjadi dengan pasangan-pasangan itu adalah mereka memang mandul, atau pada waktu mereka melepas KB, mereka sudah tidak terlalu aktif[1] melakukan hubungan seksual, sehingga sulit memiliki anak. Silakan menghubungi dokter untuk berkonsultasi akan metode KB yang tepat bagi Anda dan pasangan.

  1. Berikan Me Time untuk sang ibu.

Seorang ibu yang memiliki anak kecil akan sangat terkuras energinya. Ia harus bekerja 24/7 untuk mengurus anaknya. Maka rasa jenuh, sumpek, dan ingin melarikan diri sering hinggap dalam diri sang ibu. Karena itu para ibu membutuhkan waktu istirahat, waktu untuk memulihkan diri yang sering disebut dengan waktu untuk diri sendiri (me time). Bicarakan dengan suami untuk mengalokasikan setidaknya 1 hari dalam sebulan untuk me time. Pada waktu itu, suami bisa menggantikan tugas istri mengurus anak. Hal ini sangat membantu koneksi ayah dengan si kecil (baca point berikutnya), sambil sang ibu mengisi kembali tenaga yang dibutuhkannya untuk keluarganya.

  1. Tetaplah melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Sekalipun sulit, tetap usahakan untuk menjadikan hubungan intim dengan pasangan sebagai prioritas. Ini perlu ditekankan, karena anak seringkali dijadikan alasan untuk tidak bercinta. Setidaknya lakukanlah 1 kali seminggu, sesuai dengan panduan Resep Great Marriage yang terdapat dalam terobosan #3, teknik bercinta.

[1] Secara medis, Anda harus melakukan hubungan intim 3x setiap minggu untuk bisa mendapatkan anak dalam 1 tahun. Apabila setelah melakukannya secara rutin 3x seminggu selama 1 tahun, tetapi belum juga dikaruniai anak, maka salah satu dari Anda kemungkinan mandul dan perlu penanganan medis secara khusus.

 

NB: Artikel ini merupakan cuplikan dari Bab 6 buku “The Great Marriage” karya Coach Deny Hen. Buku ini dapat dibeli di toko buku Gramedia terdekat, Google Playbook, Amazon atau melalui official store Tokopedia kami.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Marriage coach & counselor, life coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagaimana pendapat Anda?