6 Cara Mengembangkan Potensi Anak Buah Anda

mengembangkan anak buah

Seorang atasan yang baik adalah seorang atasan yang melayani bawahannya, membantu bawahannya berkembang, karena saat bawahannya bertumbuh dan sukses, tim/departemen yang dipimpinnya juga bertumbuh dan sukses. Karena itu saya tidak bisa tidak menyetujui dan menerapkan prinsip servant leadership dalam kepemimpinan saya.

Baca juga: Servant Leadership Training by Pembelajar Hidup

Maka saat Anda ingin mengembangkan anak buah Anda, mulailah dengan suatu niat yang tulus untuk mengembangkan orang yang kita pimpin untuk menjadi lebih baik.

Tulus berarti tidak memiliki maksud tersembunyi maupun egois untuk diri kita sendiri. Tulus berarti memikirkan dan mengupayakan perkembangan bawahan kita, walaupun suatu saat ia akan meninggalkan kita.

Kita harus menyadari bahwa bawahan kita tidak akan selalu menjadi bawahan kita, suatu saat nanti ia membutuhkan tempat lain untuk ia bisa berkembang lebih baik lagi. Itu adalah hal yang sangat natural dan normal, kecuali jika tempat kerja Anda bisa beradaptasi menyesuaikan dengan perkembangan setiap staf dan manajemen yang ada, maka setiap diri kita akan menemui batas-batas perkembangan di tempat kerja tersebut. Karena itu adalah hal yang naif jika kita berharap bahwa anak buah kita akan terus bersama kita hingga ia pensiun.

Anak-anak buah saya selalu bicara ke saya apabila mereka memutuskan untuk mengundurkan diri dan bekerja ke perusahaan lain, bahkan sebelum mereka mulai apply ke perusahaan lain. Mereka tahu bahwa saya tidak pernah berupaya mengikat mereka untuk terus bekerja untuk saya/perusahaan tempat saya bekerja. Dan justru karena mereka bicara terbuka sebelum mereka mulai mencari kerja itulah, maka kesempatan perusahaan terus menggunakan mereka yang berpotensi sambil terus mengembangkan potensi mereka menjadi dimungkinkan.

Kedua, kita mengembangkan staf kita dengan memperhatikan kebutuhannya untuk bertumbuh. Apakah itu training, mentoring, coaching, konseling, lingkungan yang sehat ataupun sumber daya yang dibutuhkannya.

Ketiga, mendengarkan mereka. Bagaimana kita tahu apa yang mereka butuhkan kalau kita tidak pernah mendengarkan mereka? Forbes menuliskan bahwa suatu riset yang dilakukan oleh Zenger Folkman menemukan bahwa pemimpin yang lebih banyak mendengarkan ternyata jauh lebih efektif daripada pemimpin yang lebih banyak berbicara. Ternyata makin tinggi jabatan kita, kita harus lebih banyak mendengar bawahan kita.

pemimpin yang mendengar lebih efektif

sumber: Listening And Speaking: The Leader’s Paradox

Keempat, menetapkan target dan standar profesional yang excelent dan menantangnya untuk meningkatkannya secara berkala. Seorang karyawan paling bertumbuh bukan melalui training suatu keahlian tertentu, tetapi saat ia berhasil mengalahkan tantangan yang membuat ia melompat maju ke depan beberapa langkah. Maka sebagai pemimpin, kita harus menantang mereka dengan target yang cukup tinggi namun mampu dicapai dan terus meningkatkannya setiap tahun. Bukan hanya target, namun proses melakukan pekerjaan juga harus menjadi perhatian. Kita harus menerapkan suatu standar kerja yang profesional dan excelent untuk diikuti. Jika perlu, berikan training/mentoring yang dibutuhkan untuk mencapai standar tersebut.

Kelima, lakukan evaluasi secara berkala, bukan hanya pencapaian target, tetapi juga tentang perkembangan mereka.

Keenam, selalu lakukan Coaching daripada hanya telling them what to do. Memberitahu apa yang harus dilakukan mungkin lebih cepat dan efektif, tetapi sedikit mengembangkan diri mereka. Mereka tidak tertantang dengan cara-cara kreatif yang justru bisa lebih efektif dan efisien daripada cara-cara umum yang dilakukan. Coaching membantu mereka mengembangkan proses berpikir dan memecahkan masalah dengan ide-ide dan AHA moments dari dalam diri mereka sendiri.

Selain itu, menurut penelitian Thomas G. Crane (2002) dan penelitian Jane Greene dan Anthony M. Grant (2003), mengikuti seminar maupun training tanpa diikuti dengan tindak lanjut coaching, hanya memberi dampak perubahan sekitar 22% saja secara jangka panjang. Seperti terlihat pada gambar berikut ini:

parenting coach

Sedangkan dengan coaching, suatu training atau seminar dapat memiliki dampak perubahan sekitar 88%, seperti gambar berikut ini:

dampak coaching

 

Demikian 6 cara untuk mengembangkan bawahan Anda. Saya Deny Hen, Salam Pembelajar!

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Bagaimana pendapat Anda?