Waspada Bila Anak Anda Susah Makan dengan Gejala Berikut ini

anak susah makan

Halo supermoms, saya mau berbagi informasi dan pengalaman saya soal anak sulit makan. Sampai sekarang pun, saya masih menghadapi saat-saat anak tiba-tiba tidak mau makan atau makannya diemut. Wah kalau sudah ketemu saat-saat itu, dengan sukses pasti saya langsung stress.  Anak saya susah naik berat badannya, begitu sakit atau susah makan turunnya cepat sekali. Untuk menaikkan 1 kg bisa butuh waktu 1 bulan, tapi begitu sakit 5 hari langsung turun 1 kg. Terlebih karena anak saya lahir premature, jadi dari lahir sampai sekarang belum pernah menyentuh garis hijau dari grafik berat badan WHO.

Nah, di tengah kehebohan dan kepanikan saya saat berusaha menaikkan berat badan anak, akhirnya saya menemukan beberapa penyebab umum anak susah makan. Ada beberapa yang memang  tidak perlu dikhawatirkan karena memang biasanya hanya berlangsung beberapa saat. Namun ada beberapa yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga mungkin perlu bertemu dokter/terapis untuk membantu mengatasi masalah makan ini.

Berikut ini merupakan beberapa penyebab umum yang TIDAK perlu dikhawatirkan:

  1. Sakit

Jangankan anak-anak, saat kita sakit pun biasanya selera makan jadi hilang. Oleh karenanya, saat sedang sakit memang biasanya nafsu makan anak menurun. Supermom bisa mensiasati dengan memberikan makanan yang disukai, makanan bergizi, makanan hangat seperti sup, dalam porsi sedikit tapi sering.

  1. Tumbuh Gigi

Saat anak sedang tumbuh gigi, biasanya ia akan merasakan ketidaknyamanan pada gusi dan enggan untuk makan. Menghadapi anak seperti ini, cobalah untuk menaikkan atau menurunkan tesktur makanan sementara. Anak saya saat tumbuh gigi pernah jadi maunya makan nasi, tetapi di saat lain dia lebih memilih yang lembut seperti yoghurt.

  1. Perubahan Suasana

Mengunjungi tempat yang baru saat liburan, cuaca panas, banyak orang yang baru, atau hal-hal lain di luar kebiasaan dapat membuat anak mengalami perubahaan mood. Anak bisa menjadi terlalu bersemangat untuk eksplorasi atau merasa tidak nyaman, sehingga kehilangan selera makan. Biasanya saat sudah lebih beradaptasi, anak akan minta makan dengan sendirinya.

  1. Trauma Makan

Ada kalanya dalam usaha untuk memastikan anak cukup makan, orang tua atau pengasuh menggunakan berbagai macam cara untuk membuat anak makan. Tak jarang cara yang digunakan adalah mencekoki, marah, mencubit, ataupun mengancam. Nah sebenarnya cara-cara ini justru membuat anak mengasosiasikan kegiatan makan sebagai saat yang tidak menyenangkan. Akibatnya anak bisa semakin berusaha untuk melakukan aksi GTM (Gerakan Tutup Mulut), lari-lari, menangis, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jika hal ini terjadi sebaiknya tindakan-tindakan tersebut tidak dilakukan lagi.

  1. Memilih Makanan

Ini adalah hal yang umum terjadi, namun perlu dipastikan bahwa makanan yang dipilih mencukupi gizi yang diperlukan anak. Selera anak biasanya berubah-ubah, sehingga memperkenalkan anak ke beragam rasa dan tekstur makanan yang berbeda perlu dilakukan . Dari yang saya temukan, untuk anak yang baru mulai makanan padat, butuh 10-15 kali untuk llidahnya bisa terbiasa pada makanan itu. Jadi jika anak 1-2 kali menolak suatu makanan jangan langsung menyerah ya Supermoms. Coba lagi pada saat berbeda ataupun dengan pengolahan yang berbeda.

Anak sakit

Nah, kalau hal-hal di bawah ini terjadi, Supermom perlu mewaspadai ya:

  1. Anemia Defisiensi Besi

Biasanya hal ini terjadi pada anak memulai MPASI dan masih mendapatkan ASI. Karena kandungan zat besi di dalam ASI sudah tidak mencukupi kebutuhan anak, sehingga membutuhkan suplemen zat besi. Nah, jika supermom mengamati anak memperlihatkan kondisi berikut ini, bisa jadi anak sedang mengalami ADB:

  • Terlihat pucat, lesu, dan tidak bergairah
  • Gangguan nafsu makan
  • Kuku seperti sendok
  • Mengalami gangguan belajar, seperti konsentrasi yang menurun

Untuk memastikan, sebaiknya supermom berkonsultasi ke dokter spesialis anak mengenai hal ini. Dan untuk keterangan lebih lanjut, Supermom juga dapat menilik link berikut ini (Baca: Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak)

  1. Kondisi Fisiologis

Maksud dari kondisi fisiologis adalah fungsi organ-organ tubuh ataupun kelainan anatomi yang terkait dengan proses makan. Hal ini dapat mencakup kondisi oral-motor (mulut, rahang), faringeal (tenggorokan), esofagial (tenggorokan), dan gastrointestinal (lambung, usus, dan lainnya), ataupun gangguan saluran nafas. Jika anak Bunda memperlihatkan beberapa ciri berikut: tampak sulit mengunyah makanan padat padahal sudah di atas 1 tahun, mudah tersedak, muntah saat makan, ataupun beratnya tidak bertambah setelah kurun waktu tertentu padahal pola makan baik; sebaiknya Supermom menemui dokter ahli gizi ataupun dokter spesialis anak untuk meminta saran dan penanganan lebih lanjut.

Semoga saja, dengan mengenali apa yang menjadi penyebab anak kita sulit makan, kita pun dapat mencari tahu cara-cara yang tepat untuk mengatasinya.

The following two tabs change content below.
mm

Athalia Sunaryo

Athalia Sunaryo, M.Psi., Psi. Konselor di Lifespring & associate psychologist di beberapa lembaga psikologi.
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

cek hubungan pasangan

Bagaimana pendapat Anda?