Siapa yang Harus Membayar Saat Kencan?

siapa yang bayar saat kencan?

Pada jaman modern ini kesetaraan gender adalah isu penting yang perlu diperjuangkan mengingat dalam sejarah umat manusia, wanita seringkali adalah kaum yang seringkali tertindas akibat sistem patriaki yang keliru, menempatkan wanita lebih rendah bahkan hanya sekedar objek belaka.

Namun demikian bukan berarti pria dan wanita WAJIB sama dalam segala hal. Keadilan yang benar bukanlah sama rata sama rasa, tetapi mendapatkan hak sesuai dengan peran dan kebutuhannya masing-masing yang tentunya berbeda.

Perbedaan paling mendasar adalah akibat biologis pria dan wanita yang berbeda. Misalnya, kesetaraan gender tidak mungkin diterapkan untuk cuti haid, dan cuti melahirkan. Pria tidak punya payudara untuk menyusui, sehingga pria tidak dapat dipaksa untuk menyusui bayi. Secara natural wanita adalah the best caregiver untuk anaknya, ini sama sekali tidak berarti pria boleh berpangku tangan dan tidak terlibat dalam mendidik anak.

Pria juga diciptakan untuk memiliki tinggi dan kekuatan fisik yang lebih daripada wanita. Ia tidak memiliki periode waktu “lemah” seperti haid atau waktu melahirkan. Dan ini memberikan kewajiban bagi pria untuk bekerja lebih banyak dan lebih keras dan melindungi wanita, terlebih lagi yang menjadi pasangannya. Secara natural pria adalah the best protector untuk keluarganya, baik proteksi dalam arti keamanan fisik, maupun proteksi dalam arti keamanan nafkah.

pria diciptakan lebih kuat

Dengan kata lain, kesetaraan gender bukan berarti harus mengubah peran pria dan wanita dalam institusi keluarga.

Apa hubungannya hal ini dengan membayarkan wanita dalam kencan? Membayarkan wanita saat kencan adalah suatu kehormatan bagi pria. Ada suatu pride tertentu yang dimiliki pria yang sanggup membiayai pasangannya. Pride ini natural dan belum tentu dimiliki oleh wanita. Pride yang sehat ini penting, bahkan harus dipertahankan dalam pernikahan, agar ia bisa memenuhi perannya sebagai protektor dalam keluarganya.

Logikanya saat seorang pria membayarkan wanita waktu berkencan, ia harus menyisihkan sebagian uangnya untuk membayar kencan. Bagi pria yang mengerti perannya sebagai pelindung, ini merupakan latihan untuk dirinya tidak lagi hanya memperhitungkan kebutuhan dirinya, tetapi juga kebutuhan pasangannya juga. Karena jika penghasilannya kurang, ia akan menyadari bahwa ia harus bekerja lebih giat dan berjuang lebih keras untuk bisa membiayai kebutuhan keluarganya kelak.

kencan sederhana

Sebaliknya, kerendahan hati seorang wanita yang menerima ajakan kencan di tempat yang tidak mewah namun affordable oleh sang pria adalah suatu latihan untuk menghormati sang pelindung dan menghargai usahanya untuk menjadi bertanggung jawab dalam keluarganya di masa datang.

So, menurut saya, YES, seorang pria selayaknyalah membayarkan biaya kencan dengan wanita idamannya. Ini bukan merendahkan wanita, tetapi untuk masa depan mereka berdua.

Salam pembelajar!

 

PS: artikel ini merupakan respon Coach Deny Hen terhadap pertanyaan: “Apakah kaum pria diharapkan untuk membayar untuk kaum wanita karena sistem patriarki?” yang disampaikan melalui sosial media Quora

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

promo e-book menemukan passion anda

Bagaimana pendapat Anda?