Bagaimana Seorang Istri Bisa Menjadi Alpha Wife?

kapan seorang wanita menjadi alpha wife

Tidak semua Alpha Female dilahirkan dengan karakter Alpha. Seringkali juga kondisi yang mendesak seorang wanita menjadi Alpha Wife dalam rumah tangganya. Misalnya seperti kondisi pandemi Covid-19 saat ini di mana banyak pria sebagai pencari nafkah utama, tulang punggung keluarga harus kehilangan pekerjaannya atau menutup usahanya. Apa saja sebenarnya faktor yang mendorong seorang wanita menjadi Alpha Wife?

Baca juga: 7 Lesson Learned dari Pernikahan-Pernikahan yang Gagal

Apa itu Alpha Wife?

Istilah Alpha sebenarnya berasal dari kerajaan hewan. Biasanya Alpha bicara tentang siapa yang memimpin kawanan (binatang). Pada umumnya dikenal Alpha Male: jantan yang paling kuat yang memimpin kawanan. Ini sering kita lihat dalam film seperti Tarzan, atau Lion King. Namun tidak jarang juga dalam spesies tertentu, betina yang menjadi Alpha atau apa yang sering disebut sebagai The Alpha Female. Kepemimpinan Alpha Female terjadi misalnya pada Paus Pembunuh, Lemur, Gajah, Singa, Simpanse Bonobo, dan Hyena. Seekor binatang disebut sebagai alpha jika perilakunya sedikit dipengaruhi oleh anggota kelompok yang lain (dalam kumpulan), alias dialah yang memberikan pengaruh kepada kawanannya dalam pengambilan keputusan dan berperilaku.

Istilah Alpha Female banyak digunakan tidak hanya dalam pernikahan, namun juga dalam dunia bisnis/karir. Seorang alpha female digambarkan sebagai seorang wanita yang unggul, melebihi rekan-rekannya sehingga menjadi pemimpin di perusahaan atau dalam bidang mereka. Namun supaya pembahasan kita cukup terarah, dalam artikel ini, saya menggunakan istilah bukan Alpha Female, tetapi Alpha Wife yang mengacu kepada: Istri yang memiliki kuasa/pengaruh yang lebih besar daripada suaminya dalam kehidupan rumah tangga. Di tengah kondisi umum di mana suami merupakan kepala keluarga yang alamiah, Alpha Wife menimbulkan power struggle (isu perebutan kekuasaan) di dalam rumah tangga.

meme alpha female

Ada beberapa ciri Alpha Wife yang sering ditemukan, di antaranya:

  • Alpha wife biasanya merupakan orang-orang yang kapabel, percaya diri, dan ambisius
  • Ia merasa tenang kalau ia memegang kendali (in-charge)
  • Seorang alpha wife biasanya adalah seorang wanita yang sukses. Seringkali kesuksesannya bukan terjadi karena kemampuannya atau modal yang dimiliki, tetapi karena ketangguhannya.
  • Ia adalah seorang yang asertif, yang artinya mudah mengungkapkan apa yang diinginkannya. Sayangnya kadang-kadang keasertifannya berubah menjadi agresif.
  • Cenderung kurang sabar

Apakah Anda (atau istri Anda) seorang Alpha wife? cobalah quiz alpha wife ini:

Faktor-Faktor Pencetus Alpha Wife

Setidaknya ada 3 faktor yang menyebabkan seorang istri menjadi the alpha female di rumah tangganya:

1. Karakter Istri yang Koleris

Ini yang sering disebut sebagai “sudah dari sononya”. Dunia psikologi saat ini berpendapat bahwa karakter atau kepribadian seseorang 50% ditentukan oleh DNA-nya dan 50% lagi dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi mungkin saja karakter koleris yang dimiliki istri memang sudah dari kecil menunjukkan demikian.

Karakter koleris adalah salah satu dari 4 kepribadian berdasarkan penggolongan yang dipopulerkan dalam buku “Personality Plus” oleh Florence Littauer. Karakter ini mempunyai trait kepribadian sebagai berikut:

  • Seorang pemimpin alami
  • Suka memperbaiki kesalahan
  • Berorientasi pada target dan kinerja, bukan relasi
  • Pantang menyerah
  • Berkemauan keras
  • Optimis
  • Seorang single fighter
  • Dominan

Tatkala sang istri berkarakter kuat koleris namun suami phlegmatis (pendamai) yang tidak suka bertengkar, maka suara yang keras akan selalu yang memenangkan power struggle di dalam keluarga. Mungkin hal ini bisa berjalan sementara. Tapi dalam beberapa tahun, perasaaan tidak dihargai dan merasa dikendalikan oleh istri dapat membuat para suami tidak lagi mampu menahan kondisi tersebut. Pecahlah konflik, atau yang lebih parah: perselingkuhan.

“Dalam sebuah gunung, tidak boleh ada dua harimau” demikian kata pepatah tiongkok. Suami dan istri yang sama-sama koleris juga seringkali menimbulkan power struggle. Lagi-lagi suara yang lebih keras selalu yang akan menjadi pemenangnya. Dalam hal ini siapa pun yang dipaksa menjadi beta, mau istri mau suami, sama-sama juga akan mengalami pergumulan di dalam hati di mana perasaan tenang karena “in-charge” hilang. Ini juga menghasilkan konflik berkepanjangan dalam rumah tangga.

2. Sekolah, pekerjaan dan gaji istri yang lebih baik

Kesetaraan gender yang terjadi di era modern ini memberikan kesempatan kepada kaum Hawa untuk menikmati sekolah yang tinggi seperti pria. Seorang pria dapat saja beristrikan seseorang yang memiliki sekolah yang setara dengannya, tetapi tidak jarang sang istri berkuliah di universitas yang lebih bergengsi, atau di jenjang yang lebih tinggi daripada suaminya. Akibatnya pekerjaan istri pun lebih baik daripada suaminya, dan otomatis gaji istri pun lebih tinggi daripada suaminya.

Dalam kehidupan manusia, ada aturan tidak tertulis yang berlaku di mana saja, “Siapa pun yang punya uang, dia punya kuasa.” Aturan ini berlaku juga dalam kehidupan rumah tangga. Tatkala gaji istri lebih tinggi, maka sang istri mempunyai kuasa yang lebih besar untuk mengambil keputusan. Misalnya keputusan untuk membeli mobil, memilih rumah, atau sekedar liburan ke mana. Karena kalau yang mempunyai uang tidak setuju, tentu saja keputusan itu tidak dapat dijalankan!

Dewasa ini di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam banyak sektor bisnis di Indonesia, tidak jarang banyak kepala keluarga yang kena PHK atau menghadapi kebangkrutan, posisi lelaki sebagai breadwinner (pencari nafkah utama) di rumah, sebagian jadi digantikan oleh para istri. Banyak dari istri-istri itu dulunya bukanlah seorang alpha wife, tetapi perubahan kondisi finansial ini membuat mereka memiliki kemampuan lebih untuk menentukan keputusan keluarga, dan kalau keputusan sang suami selama ini sering mengecewakan, inilah saatnya baginya untuk melakukan kudeta dan mengambil alih pimpinan. Sekalipun hal ini tidak selalu direncanakan dengan sengaja.

3. Kurangnya leadership sang suami

Faktor pencetus ketiga yang seringkali mendorong seorang istri menjadi alpha adalah saat sang suami tidak menunjukkan leadership yang kuat dalam keluarga. Dalam training leadership yang saya berikan, saya menjelaskan bahwa seorang pemimpin mendapatkan kuasa melalui 4 hal:

  • Jabatan
  • Kemampuan memberikan reward dan punishment
  • Skill/keahlian kita yang unggul dari orang lain
  • Karakter kita yang unggul, khususnya dengan apa yang telah kita lakukan kepada orang lain

Nah, jika kita (suami) sebagai kepala keluarga hanya menggunakan jabatan dan reward/punishment untuk memimpin, kepemimpinan kita sangatlah lemah. Kita perlu memiliki skill dan karakter yang unggul sehingga mendapatkan respek dalam kepemimpinan kita.

Skill yang berhubungan sebagai seorang kepala keluarga adalah kemampuan dalam mendapatkan nafkah, dan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan bijaksana sebagai seorang pemimpin. Sedangkan salah satu kunci penting untuk dapat mengambil keputusan dengan bijaksana adalah: mendengarkan orang-orang yang kita pimpin.

Karakter yang dibutuhkan sebagai kepala keluarga di antaranya: integritas, pantang menyerah, penuh kasih sayang, respek, kejujuran dan keterbukaan dan pengendalian diri. Ini adalah karakter-karakter seorang pemimpin yang menghamba (servant leadership) yang diperlukan dalam kehidupan rumah tangga.

Ketiadaan skill dan karakter di atas akan menciptakan pemimpin yang egois yang dapat menuntun keluarga ke dalam kegagalan dan penderitaan. Inilah yang akhirnya mendorong para istri untuk mengambil alih kepemimpinan keluarga.

Banyak wanita menjadi ALPHA karena rasa tidak aman. Ia merasa jika ia menurunkan kewaspadaannya, ia akan terluka, atau tidak mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Suzanne Venker

Maka saya ingin mengatakan kepada para suami kata-kata berikut: Istri Anda tidak butuh seks dari Anda, jadi ketika Anda tidak mampu mencukupi kebutuhan finansial, tidak juga mampu menjadi pemimpin yang bijaksana, bahkan tidak juga menjadi imam dalam keluarga, Anda TAMAT.

Kalau begitu, bagaimana caranya bisa berdamai dengan para alpha wife? Apa yang harus dilakukan oleh para alpha wife? Apa juga yang perlu dilakukan suaminya? Ini pembahasan yang kami bahas dalam webinar “Making Peace with The Alpha Wife” kemarin. Saya akan jabarkan sebagian tipsnya di posting berikutnya.

Webinar MAKING PEACE WITH THE ALPHA WIFE sudah berakhir. Tapi Anda bisa mendapatkan recording dari seminar ini dengan memesan kepada kami dengan biaya Rp 98.000,- Rp 50.000,- saja (Khusus PROMO: recording versi online saja). Kontak admin kami di nomor 082110477001 untuk memesan.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Marriage coach & counselor, life coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Bagaimana pendapat Anda?