Apakah Orang yang Berselingkuh Pasti Akan Berselingkuh Lagi?

The world of the married

Banyak orang yang berpendapat orang yang pernah berselingkuh tidak lagi dapat dipercaya. “Siapa yang berani jamin dia tidak akan berbuat yang serupa di masa depan?” demikian ujar seorang ibu kepada saya sambil menangis. Dan ini menyebabkan banyak orang yang lebih memilih bercerai setelah pasangannya ketahuan selingkuh, daripada memperbaiki hubungan dengan pasangannya. Tapi apakah benar bahwa orang yang selingkuh pasti akan berselingkuh kembali?

Baca juga: Mengapa Pria Sukses Tergoda Berselingkuh?

Jawaban singkat terhadap pertanyaan ini adalah: TIDAK BENAR, yang benar adalah orang yang pernah selingkuh akan cenderung lebih mudah untuk berselingkuh kembali daripada orang yang belum pernah. Tapi kalau orang yang selingkuh PASTI akan berselingkuh kembali, tentu tidak benar. Hal ini sama seperti orang yang pernah menyontek akan lebih mudah menyontek kembali, atau orang yang pernah mencuri cenderung lebih mudah mencuri kembali daripada orang yang belum pernah.

Namun sebelum kita membahas lebih mendalam topik ini, ada baiknya kita memahami dulu seluk beluk perselingkuhan.

Definisi  & Jenis Perselingkuhan

Selingkuh berdasarkan Dr. John & Julie Gottman adalah: kedekatan yang rahasia antara secara fisik atau emosional dengan orang lain selain pasangan. Definisi ini sangat akurat dan mengena, namun juga membawa kita kepada pengertian bahwa perselingkuhan itu suatu spektrum, bukan semata-mata hitam atau putih. Ada berbagai jenis dan tingkatan perselingkuhan.

Berdasarkan tingkatannya, saya mengidentifikasi setidaknya ada 6 jenis perselingkuhan yang tercakup dalam 2 golongan besar: emotional affairs (perselingkuhan emosi) dan physical affairs (perselingkuhan fisik), detailnya sebagai berikut:

  • Emotional Affairs: Perselingkuhan yang masih tahap perasaan, belum ada tindakan fisik yang menunjukkan adanya hubungan pacaran.
    • Flirting (merayu): pelaku menggunakan kata-kata atau tindakan yang mencoba merayu dan mendapatkan target yang diinginkan.
    • Affair in the heart (teman curhat): ini jenis persahabatan dengan lawan jenis yang rahasia dan lebih dalam daripada persahabatan dengan pasangan hidup sendiri. Biasanya pelaku dan targetnya sudah saling curcol dan curhat, nyaman satu dengan yang lain, lebih nyaman bahkan daripada pasangan sendiri. Pada tahap ini pelaku ada kemungkinan sudah jatuh cinta dengan teman curhatnya, atau targetnya yang sudah jatuh cinta dengan sang peselingkuh. Seringkali bagi pasangan-pasangan yang setia kejadian ini tidak disengaja, dan jika sudah menyukai teman curhatnya, ia berusaha menyangkalinya. Hal ini sebenarnya baik dan tepat jika ditindaklanjuti dengan menghentikan upaya-upaya natural untuk mendekati teman curhatnya ini. Namun biasanya tidak mudah untuk dilakukan karena sudah terlanjur sayang. Diperlukan komitmen dan tekad yang kuat untuk menghentikan affair in the heart ini.
  • Physical Affairs: Perselingkuhan yang sudah melibatkan adanya aktivitas fisik yang menunjukkan hubungan kekasih, antara pelaku (peselingkuh) dan target (selingkuhan)
    • Dating: Berkencan, pergi berdua, atau kencan-kencan ganda (untuk menutupi hubungan gelap mereka). Walau dilakukan berulang kali tetapi sentuhan fisik mereka belum sampai melakukan hubungan intim.
    • One night stand: Sudah melakukan hubungan badan, walaupun hanya semalam. One night stand dapat terjadi dengan orang yang baru dikenal ataupun orang yang sudah dikenal. Kadang terbawa oleh mabuk alkohol, tetapi mungkin juga karena tembok moral pelaku yang runtuh dan mengijinkan hal itu terjadi. Namun pelaku one night stand tidak terlibat secara emosi dengan pasangan seksual semalamnya itu. Kalau terjadi berulang-ulang, maka sang pelaku sudah masuk dalam kategori serial cheater.
    • Falling in love (emotional bonding): Kategori ini sudah termasuk perselingkuhan yang cukup parah. Pelaku sudah jatuh cinta dengan selingkuhan dan melakukan hubungan intim berulang-ulang dengan pasangannya. Tidak jarang juga sudah melibatkan banyak uang yang diberikan kepada selingkuhan, termasuk misalnya tempat tinggal.
    • Serial cheater: Tipe ini adalah orang-orang yang baik terlibat secara emosi ataupun tidak, tetapi sudah sering melakukan hubungan intim dengan banyak orang walau statusnya sudah menikah. Penikmat PSK, dan playboy-playboy Don Juan masuk dalam kategori ini. Tidak aneh kalau pelaku jenis ini seringkali adalah orang-orang yang narsistik atau bahkan psikopat/sosiopat.

 

Setelah membaca jenis dan tingkatan perselingkuhan di atas, mungkin Anda sudah dapat membedakan dalam Serial Drakor “The World of The Married”, Tae Oh dan Je Hyuk masuk kategori mana?

 

 

Ya tepat sekali, Tae Oh adalah Falling in love sedangkan Je Hyuk adalah serial cheater. Namun dalam film itu keduanya termasuk kategori narsistik, orang-orang yang kurang peduli dengan perasaan orang lain, dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

Nah dari kategori itu, hanya jenis serial cheater yang hampir dapat dipastikan akan berselingkuh kembali, sedangkan 5 sisanya belum tentu akan mengulanginya lagi.

Tetapi ada problem yang lain, ternyata selingkuh itu membuat kecanduan dan kalau ketahuan pasangan yang dilukai akan mengalami gejala PTSD.

Adiksi dan PTSD Sebagai Akibat Perselingkuhan

Yang banyak orang tidak pahami adalah bahwa perselingkuhan itu adiktif, terutama yang sudah sampai menikmati hubungan badan. Hubungan yang indah baik curcol yang nyaman maupun hubungan intim itu akan menagih lagi, lagi dan lagi. Membuat orang menjadi seperti orang gila yang tidak mampu menahan godaan bersama selingkuhan walaupun secara akal sehat ia masih ingin membina rumah tangga yang baik dengan istri/suaminya. Ini yang membuat orang-orang yang selingkuh seperti kehilangan akal sehat dan seperti diguna-guna karena terus-menerus mengulangi perselingkuhan dan komunikasi rahasianya dengan sang selingkuhan.

Di sisi lain, bagi pasangan yang diselingkuhi, saat ia menemukan perselingkuhan itu, ia akan mengalami gejala PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), yang gejala khasnya adalah insomnia, mimpi buruk, flash back – adanya pemicu tertentu yang menyebabkan ia mengingat kejadian perselingkuhan. PTSD yang dialami mirip sekali dengan PTSD yang dialami oleh para tentara yang pulang dari medan perang, atau para penyintas korban ledakan bom.

PTSD akan menyebabkan pasangan yang terluka kehilangan kepercayaan dan terus mencurigai pasangannya. Ini yang membuat ia terus bertanya-tanya dan tidak bisa merasa yakin pasangan Anda akan berhenti berselingkuh sekalipun begitu banyak hal yang sudah dilakukannya untuk memperbaiki pernikahan.

Adiksi dan PTSD, kombinasi yang sangat mematikan bagi suatu pernikahan. Itulah sebabnya sejak suatu perselingkuhan terungkap, pasangan akan sangat membutuhkan bantuan profesional untuk bisa mempertahankan pernikahan mereka.

 

Jadi apakah orang yang telah berselingkuh pasti akan berselingkuh lagi? Ya, untuk serial cheater yang belum bertobat, namun belum tentu bagi jenis lainnya. Namun yang pasti adalah jika Anda menemukan pasangan Anda berselingkuh, Anda dan pasangan membutuhkan bantuan. Jangan ditunda, kontak nomor di bawah ini dan selamatkan pernikahan Anda!

NB: Anda dapat mempelajari seluk beluk perselingkuhan dengan lebih mendetail melalui DVD kami “Lika-Liku Selingkuh” di tautan ini:Lika Liku Selingkuh

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Bagaimana pendapat Anda?