Hari Petualangan Seru Bersama Anak (1-on-1 Adventure Day)

Petualangan seru bersama anak

Sangat girang sekali anak-anak kami, akhirnya hari petualangan seru (1-on-1 Adventure Day) yang sudah lama direncanakan bisa juga dilaksanakan setelah anak-anak menyelesaikan ujian mereka.

Ya, kami sudah merencanakan hari petualangan ini dari beberapa waktu yang lalu, tujuannya supaya:

  1. Anak-anak belajar menentukan sendiri pilihannya dan mengambil keputusan. Di mana dalam petualangan ini anak-anak diberikan ide dan boleh memilih mana dari ide-ide petualangan itu yang ingin dijalankan.
  2. Anak-anak mendapat perhatian penuh dari salah satu orang tua. Sesuatu yang belum tentu mereka dapatkan apabila melakukan perjalanan bersama-sama seluruh isi keluarga (khususnya bagi yang memiliki anak lebih dari 1).
  3. Anak-anak punya quality time bersama ayahnya atau ibunya secara khusus. Dengan hanya berpetualang berdua, sang anak akan merasakan hubungan yang lebih dekat dengan orang tua yang berpetualang bersamanya. Terlebih lagi dengan menghadapi tantangan petualangan bersama, koneksi ibu dan anak (atau ayah dan anak) akan semakin erat.
  4. Anak terlepas dari beban bayang-bayang saudaranya. Dengan demikian sang anak belajar berjalan di depan, tanpa ada kakak atau adiknya yang mempengaruhi keputusan-keputusannya.

Baca juga: Jebakan Quality Time Bagi Anak

Aturan main dari 1-on-1 Adventure Day ini sederhana:

  1. Harus menggunakan kendaraan umum
  2. Destinasi tempat berpetualang bukan tempat wisata seperti mall atau pusat rekreasi, tetapi edukasi atau eksplorasi.
  3. Ayah dan ibu harus dalam tim terpisah, 1 anak dengan ayah, anak lainnya dengan ibunya, kemudian di kesempatan berikutnya gantian orang tua, dengan tempat tujuan petualangan yang berbeda.

 

Nah, ke mana dan bagaimana ceritanya saya dan Winter (putri sulung kami) berpetualangan kali ini?

 

Petualangan Ibu-Anak Keliling Jakarta Naik KRL

(Note dari Deny: istri saya belum pernah naik KRL sendiri sebelumnya, jadi pengalaman ini benar-benar merupakan tantangan bagi ibu dan putri sulung kami yang tercinta)

Petualangan seru bersama anak

Petualangan Mom n Daughter dimulaiiiiii….

Kali ini atas permintaan Winter, kami memilih berpetualang keliling Jakarta menggunakan KRL. Rencananya mau berhenti di stasiun-stasiun KRL Jakarta Utara, Timur, Selatan, Pusat dan Barat, lengkap! Sebelumnya saya sudah cek dulu rute perjalanan kereja di Jakarta, dan rencananya akan mengunjungi Stasiun Kota (Jakut), Jatinegara (Jaktim), Manggarai (Jaksel), Duri (Jakbar) dan Tanah Abang (Jakpus).

Diawali dengan menaiki Busway arah Tanjung Priok berhenti di Stasiun Jakarta Kota. Kemudian melewati jalan penghubung dari Halte Busway Kota menyebrang ke Stasiun Jakarta Kota. Jalan yang miring ke bawah seperti spiral, di dekorasi indah, dengan air mancur sebagai pusatnya (di dalamnya ada 2 ekor kura-kura lho!) dan dikelilingi berbagai macam penjual makanan, aksesoris, baju dll. Dan sampailah kami ke Stasiun Jakarta Kota.

Berbekal 2 buah kartu Indomaret, saya pun dengan PeDe men-tap kartu ke mesin untuk memasuki peron KRL. Namun kartu ditolak oleh mesin tersebut, dibantu oleh salah seorang petugas, beliau memberitahukan bahwa kartu tersebut harus cek saldo dan divalidasi terlebih dahulu di mesin lainnya yang terletak di bagian samping (agak jauh sedikit). Dan berbekal peta rute perjalanan KRL saya pun ‘nekat’ naik ke Kereta jurusan Bekasi. Yang untungnya kosong dan sudah siap berangkat.

Selama dalam perjalanan, kami dengan seksama memperhatikan stasiun-stasiun yang kami harus dilewati untuk kemudian berhenti di Stasiun Manggarai. Total ada 7 stasiun yang harus dilewati. Manggarai adalah yang ke 8.

Dari Manggarai kami harus berpindah kereta untuk menuju Tanah Abang. Dan memang sudah ada Kereta yng menanti untuk berangkat ke Tanah Abang… tapi.. Ohhhhhh….ya ampyunnnnnn…sesak niannnn…tak muat lagilah kami untuk masuk (mendingan dipake buat selfie aja😂) Bahkan beberapa penumpang yang sudah di dalam nampaknya tidak tahan bersesak-sesak, akhirnya keluar kembali.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya muncul jugalah Kereta yang menuju Tanah Abang..dan langsung di serbu oleh para calon penumpang. Kami berdiri karna tidak menemukan kursi kosong, beruntung seorang Muslimah merelakan kursinya untuk saya duduk sambil memangku Winter (itu dia fotonya…padahal dia sedang ngantuk berat…jadi sambil berdiri…dia memejam2kan matanya….ngantuk berat sepertinya… makasih loh Mba🙏)

Keadaan kereta yang penuh sesak membuat rasa enggan untuk turun di Stasiun Tanah Abang..akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di Stasiun Duri. Wowww… bagusnya Stasiun Duri! Rupanya sedang dalam tahap penyelesaian menjadi lebih modern. Namun sayang sekali peron untuk menunggu kereta ke Jatinegara sangat kecil/memanjang tapi tidak lebar, hati-hati ya gaesss…..

Karna kami berada cukup ujung, maka kami mendapatkan Kereta paling depan alias kereta khusus wanita…yayyyyy…tidak berdesakan dan Winter bisa mengintip sang Masinis yang sedang mengendalikan kereta kuda #eh…

Dan Stasiun terakhir yang kami tuju adalah Stasiun Jatinegara! Ramaiiii sekali.. Di stasiun ini kami rehat sejenak dengan mencari toilet, tiba-tiba… terdengar pengumuman bahwa masuk kereta tujuan Stasiun Jakarta Kota, tapi sayang sekali ketika kami berlari dan sampai depan kereta, pintu-pintunya telah tertutup otomatis…jadi sambil menunggu kereta berikutnya kami mampir ke minimarket dan membeli jajanan (3 donat 20 ribu…enak dan empuk😋).

Kereta menuju Stasiun Kota pun muncul, walau bukan dengan rute Manggarai – Jakarta Kota, kami tetap menaikinya…hanya saja rutenya mengambil rute yang sama ketik berangkat dari Duri,yaitu melewati Kampung Bandan dan langsung berhenti di Stasiun Jakarta Kota.
Sesampainya di Stasiun Jakarta Kota, kami men-tap kembali kartu guna melihat biaya pemakaian untuk perjalanan kami. Ternyata masing-masing kami hanya terkena Rp 3.000,- saja (alias dianggap bengong-bengong nunggu di peron Stasiun Jakarta Kota saja 😂😂😂).
Perjalanan di tutup dengan makan siang Pk 14.30 di KFC dan naik Busway kembali ke arah rumah tercinta.

 

Dari perjalanan ini beberapa hal yang saya pelajari:

A. Rute KRL mudah dipelajari dan yang terpenting mendengarkan pengumuman di setiap pemberhentian Stasiun. Sehingga dapat mengetahui di jalur mana kita harus menunggu Kereta arah yang diinginkan.

B. Stasiun yang diberi warna merah, artinya hanya dilewati dan kereta tidak berhenti di Stasiun tersebut. Misalnya : Stasiun Gambir dan Sudirman.

C. Menggunakan KRL lebih praktis dibanding busway…huehehehehe… dan rute busway lebih memusingkan (bagi saya)

D. Ternyata Kami (lebih tepatnya..khususnya Saya) ternyata Mampu menggunakan KRL sendirian karna kecukupan informasi dan keamanan selama perjalanan cukup terjamin.

E. O,ya…jangan makan makanan ya dalam KRL..bisa kena tegur security lho…..Beruntung Winter menghabiskan donatnya tanpa terlihat security #ups… waktu itu saya belum ngeh kalau makan itu tidak boleh wkwkwkwk

F. Terakhir… Mari menggunakan transportasi umum, selain lebih cepat juga relatif sangat murah.

 

Perjalanan ini nampaknya sangat sederhana, bahkan kami tidak pernah keluar dari stasiun manapun, tapi rasanya sangat Nano Nano 😂
Menyenangkan karna bisa tau berbagai hal baru dan kenyataan bahwa ternyata perjalanan ini bisa dilalui walau berduaan saja dengan anak yang cewek (Yes, we can do it!)
Dan rasa waspada karna bisa terjadi berbagai hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan ini. Bersyukur kami selamat sampai rumah kembali dengan aman dan tetap bersemangat bahkan menanti petualangan yang berikutnya 😄💪💪

The following two tabs change content below.
mm

Noviyanti Sumargo

Noviyanti Sumargo adalah istri dari Deny Hen, founder dari WNC Store, online store dengan motto, "Baju cantik tiap hari ga bikin bete"
mm

Latest posts by Noviyanti Sumargo (see all)

Bagikan:
  • 83
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    83
    Shares

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

Bagaimana pendapat Anda?