Bagaimana Membuat Terobosan dalam Karir dan Hidup Anda?

bagaimana membuat terobosan

Dalam beberapa sesi coaching saya menemukan para klien yang ingin maju, ingin berubah, ingin sukses, tetapi sayangnya tidak berani membuat terobosan-terobosan baru yang signifikan dan mengubah hidup. Padahal, kalau kita ingin melakukan perubahan dalam hidup kita, tidak bisa tidak kita harus membuat terobosan-terobosan.

Terobosan itu baru bisa disebut terobosan, kalau itu adalah sesuatu yang sifatnya NOS (ingat-ingat NOS dalam game balapan mobil):

  1. New: Sesuatu yang baru, belum pernah Anda lakukan sebelumnya
  2. Out of comfort zone: Keluar dari zona nyaman kita
  3. Significant: Terobosan tersebut berkontribusi besar untuk meningkatkan karir atau hidup kita.

Maka saya pun teringat sebuah kisah kebijaksanaan dari Socrates dan muridnya Plato.

Socrates adalah orang yang dianggap paling bijaksana pada masa itu, sehingga Plato sangat menginginkan belajar dari Socrates. Karena itu suatu hari Socrates mengajak Plato muridnya ini untuk berjalan-jalan di pinggir pantai. Plato, sang murid sangat senang dan menanti-nantikan apa yang akan dipelajarinya hari ini.

Socrates membawa Plato masuk ke dalam air laut. Pertama-tama air setinggi mata kaki, kemudian semakin lama semakin dalam, hingga air sudah sebatas dada Plato.

 

Tiba-tiba Socrates membenamkan kepala Plato ke dalam air dan menahannya terus di sana. Plato pun megap-megap kesulitan bernafas. Ia meronta-ronta, tapi masih bisa ditahan oleh Plato. Beberapa detik kemudian, Socrates melepaskan Plato. Plato yang baru mendapat udara, segera bernafas dalam-dalam dengan membuka mulutnya. Belum juga ia cukup puas mendapatkan oksigen, Socrates kembali mencelupkan kepalanya ke dalam air. Kali ini ia dicelupkan lebih lama. Tentu saja Plato yang merasa nyawanya terancam segera memberontak, dan mengira Socrates hendak membunuhnya.socrates dan plato

Akhirnya ketika Plato mulai melemah, Socrates pun melepaskan kepala Plato dan berjalan kembali ke daratan. Setelah Plato cukup mendapatkan udara dan sedikit lebih tenang, ia menghampiri Socrates. Sambil marah ia bertanya, “Mengapa mencelupkan kepalaku ke dalam air? Apakah engkau mau membunuh aku?”

Socrates menjawab, “Jika engkau memang menginginkan kebijaksanaan, engkau harus menginginkannya seperti engkau menginginkan udara waktu kepalamu di dalam air tadi, barulah engkau akan mendapatkannya”

 

Sama seperti kisah Socrates di atas, kita tidak mungkin bisa menghasilkan terobosan-terobosan baru, kalau kita tidak menginginkannya sebesar kita menginginkan udara saat tenggelam.

    “If your dream doesn’t scare you, it’s too small. Quit playing it safe” (kalau mimpi Anda tidak menakutkan, berarti itu terlalu kecil. Berhentilah bermain aman) – Mark Batterson

 

Saya Deny Hen, Salam Pembelajar!

Bagaimana pendapat Anda?