Bolehkah Wanita Menyatakan Cintanya Lebih Dulu?

wanita menyatakan cinta duluan

Kalau bicara soal hak, di masa modern ini tentu baik pria maupun wanita punya hak untuk mengutarakan perasaannya terlebih dahulu pada lawan jenisnya. Akan tetapi saya tidak merekomendasikannya. Kenapa?

Baca juga: Ini Dia Moment yang Pas Bilang I Love You

Saya pernah menuliskan alasannya di sini: Apa Pentingnya Pria Duluan Nembak Wanita?

Secara singkat prinsipnya begini:

     Pria yang punya tanggung jawab memimpin dan melindungi wanita, harus duluan mengejar dan duluan juga menyatakan cinta. Pria perlu merasa berhasil menaklukan hati wanita, dan dia perlu berani berjuang untuk mendapatkan hati wanita yang diinginkannya dan berani menyatakannya kepada si wanita, juga kepada khalayak umum, sekalipun punya resiko ditolak, sekalipun punya resiko dipermalukan, sekalipun punya resiko dikalahkan oleh pesaingnya. Hal ini diperlukan kelak dalam pernikahan di mana seorang suami harus punya keberanian melindungi keluarganya. Ia harus merasa bahwa orang yang telah susah-susah dikejarnya harus dilindungi baik-baik.

Lantas bagaimana jikalau sang pria tidak berespon atau malu? Bukan berarti sang wanita hanya bisa diam saja dan berputus asa. Senjata kaum wanita adalah sinyal-sinyal dan pertanyaan yang menjurus.

Berikan sinyal bahwa Anda (wanita) tertarik dengan sang pria. Berikan perhatian sesuai dengan kedekatan hubungannya, jangan terlalu agresif. Bila sang pria tidak kunjung mendeklarasikan cintanya, bisa jadi sang pria tidak tertarik, hanya memanfaatkan, atau memang malu.

Jika menurut Anda sang pria pemalu, Anda punya 2 pilihan: Anda boleh “pass” pria ini, dan mulai mencari kesempatan dengan pria lainnya, daripada pria ini tidak jadi gentleman saat sudah menikah nanti. Tapi jika Anda melihat begitu banyak kualitas unik yang dimiliki pria ini dan Anda merasa sulit untuk menemukan pria baik seperti itu, Anda boleh bertanya pertanyaan penting ini:

“Mau dibawa ke mana hubungan kita ini?”

“Apa yang kamu pikirkan tentang kita 5 tahun mendatang?”

“Menurut kamu, saya itu siapanya kamu?”

Dengan demikian keputusan dan inisiatif memulai keluarga itu tetap ada pada pundak sang pria.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Bagaimana pendapat Anda?