Sudah banyak praktisi parenting yang mengajarkan betapa pentingnya anak merasa dicintai oleh kedua orang tuanya. Karena tanpa kasih sayang anak bisa tumbuh merasa hampa. Bahkan walaupun ia memiliki banyak uang, tidak kekurangan hal apa pun, semuanya bisa dirasa tidak berarti.
Tetapi kasih sayang membutuhkan suatu bagian dalam diri manusia yang tanpanya kasih sayang itu sulit ditunjukkan dan lebih sulit lagi diterima dan dimengerti. Bagian itu adalah emosi manusia. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa keberhasilan seorang anak lebih tergantung pada kemampuan emosional anak (EQ) daripada kecerdasan intelektual (IQ). Karena itu mempelajari dan mengelola emosi menjadi suatu topik yang tidak mungkin diabaikan dalam pendidikan parenting.
Baca juga: Frustasi Anak Susah Belajar? Ini yang Harus Dilakukan!
Apa itu Emotion Coaching?
Emotion Coaching (pelatih emosi) adalah suatu metoda dalam mengenali, memahami dan menerima emosi, baik emosi yang positif maupun yang negatif, kemudian mengkomunikasikan penerimaan itu sehingga melatih anak untuk mengelola emosinya sendiri, dan akibatnya anak mampu mengendalikan juga perilakunya. Emotion Coaching merupakan metode yang berdasarkan riset terkini tentang hubungan manusia dan khususnya dalam keluarga; orang tua-anak dan suami-istri.
Lawan dari pelatih emosi adalah pengabai emosi (emotion dismissing). Seorang ayah/ibu yang pengabai emosi tidak nyaman menunjukkan atau membicarakan tentang emosi. Ia menyembunyikan, mengabaikan, menegur atau bersikap negatif terhadap emosi dalam diri Anda atau saat orang lain mengekspresikannya.
Ciri-ciri seorang pengabai emosi adalah sebagai berikut:
- Tidak menyadari emosi berintensitas rendah
- Ingin melindungi anak dari emosi negatif
- Ingin anggota keluarga mengubah emosi segera
- Menghukum anak yang marah walaupun tanpa perilaku yang salah
- Tidak suka introspeksi diri (merasa introspeksi diri itu menghabiskan waktu)
- Memiliki kosakata yang terbatas dalam emosi
- Mendistraksi atau berupaya menghibur emosi negatif.
Sedangkan ciri-ciri seorang pelatih emosi adalah sebagai berikut:
- Anggota keluarga tidak perlu eskalasi emosi agar dapat diperhatikan
- Berpikir bahwa emosi negatif itu bagian dari hidup manusia
- Sabar dengan emosi negatif
- Mengkomunikasikan empati dan pengertian
- Menerima semua perasaan walau tidak berarti menerima semua perilaku anak
“Emosi merupakan kunci untuk bisa terkoneksi dengan anak”
Julie Gottman
Mengapa Emotion Coaching Penting?
Pertama, karena emosi merupakan kunci untuk bisa terkoneksi dengan anak. Tanpa emotion coaching, kasih sayang orang tua tidaklah sampai kepada anak. Dan ketiadaan kasih sayang mengakibatkan banyak hal, termasuk luka emosi pada anak, trauma, kebiasaan buruk dan perlawanan anak terhadap orang tua.
Kedua, jika seorang anak yang sukses lebih bergantung pada EQ daripada IQ, maka anak wajib belajar meregulasi emosinya. Bagaimana anak mampu meregulasi emosinya jika orang tua tidak melatihnya? Ini sesungguhnya adalah basic skill dari setiap manusia yang sehat dan berhasil dan bermanfaat bagi orang lain. Emotion coaching akan membantu anak memiliki EQ yang lebih tinggi.
Ketiga, emotion coaching menolong anak untuk berempati kepada orang lain. Akibatnya memungkinkan anak memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain, khususnya dengan pasangan hidupnya kelak.
Begitu pentingnya emotion coaching ini, sehingga ini seharusnya diajarkan di setiap kelas parenting. Juga diajarkan kepada guru-guru sekolah dan juga guru-guru sekolah minggu. Pelatihan emotion coaching sudah beberapa kali kami adakan di beberapa tempat, dan Pembelajar Hidup akan segera memiliki kelas onlinenya. Ikuti terus website dan sosial media kami untuk informasi-informasi penting seperti ini. Salam pembelajar!
Marriage counselor, life coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
