Mengapa Kuliah itu Penting?

Ada orang-orang yang hanya mengambil potongan kata-kata motivator yang mengatakan bahwa “orang-orang yang kuliah akan bekerja pada orang-orang yang tidak kuliah”. Perkataan ini cocok untuk memotivasi Anda yang tidak punya jalan untuk bisa kuliah, bahwa selalu ada jalan untuk sukses. Tetapi sangat tidak cocok bagi Anda yang sebenarnya tidak punya hambatan fisik dan finansial untuk kuliah.

Baca juga: Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa dengan Prinsip MAP

Kesuksesan finansial individu adalah soal unggul dalam persaingan.

Kita perlu mengetahui bahwa di masa orang tua kita dulu, hanya sedikit orang yang kuliah, sedikit perusahaan, sedikit solusi untuk berbagai masalah kehidupan manusia.

Saya ingat ayah saya mengatakan bahwa waktu dulu di jalan raya tempat kami tinggal, hanya ada 1 pedangan yang menjual beras, yaitu ayah saya. Tapi saat ini, beras dapat di beli di setiap sudut jalan di kota.

Dulu air mineral hanyalah ada Aqua saja tapi sekarang jumlah produsennya sangat banyak. Demikian juga bisnis restoran, alat-alat rumah tangga, elektronik dsb. Jumlah pengusaha sudah meningkat sedemikian pesat. Demikian juga jumlah orang-orang pandai yang memiliki kesempatan mengenyam bangku kuliah hingga S3. Karena itu apa yang berhasil pada waktu orang tua kita, belum tentu akan berhasil di masa sekarang.

Kuliah hingga saat ini masihlah cara tercepat untuk mendapatkan ilmu yang menyeluruh tentang suatu bidang, di mana Anda bisa mendapatkan tutor dan mentor yaitu dosen dan senior Anda yang membantu Anda mempercepat menguasai bidang yang Anda pilih. Dengan kuliah Anda bisa mengetahui bagaimana dan ke mana Anda harus menjadi sumber informasi yang lebih lanjut jika Anda belum merasa cukup dengan materi yang disampaikan dalam perkuliahan. Dengan kuliah Anda terhubung dengan berbagai sumber ilmu dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk bisa mengerjakan profesi yang akan Anda jalani di kemudian hari. Selain itu Anda juga memiliki networking yang akan Anda butuhkan kelak, yaitu setidaknya dengan teman-teman kuliah Anda.

Dengan demikian, saat orang-orang lain yang bergerak dalam bidang yang sama masuk kuliah, sedangkan Anda tidak, sudah dapat diramalkan siapa yang akan menjadi lebih unggul dalam persaingan bisnis dan profesi kelak.

pentingnya kuliah
Kesuksesan finansial adalah tentang unggul dalam persaingan

Waktu mengajar mahasiswa, saya selalu berusaha membuka pikiran mereka bahwa yang namanya menjadi entrepreneur itu bukan sekedar buka jongko, buka toko atau resto. Tetapi harus punya pemikiran menjadi besar. Kalau usaha retail bukan hanya mikirin buka satu toko, tapi seribu toko. Kalau bisnis makanan bukan hanya memikirkan level produksi rumah tangga, tetapi pabrikan yang mana bahan-bahannya diambil langsung dari pertanian/peternakan dalam jumlah besar. Usaha itu bukan hanya menghasilkan 10–20 juta perbulan, tetapi mempunyai perputaran uang milyaran perbulan. Maka memikirkan dapat memimpin perusahaan sebesar itu, membuat kuliah menjadi penting karena perusahaan sebesar itu tidak bisa dipimpin oleh orang-orang biasa, tetapi harus diserahkan pada orang-orang yang memang ahli, yaitu orang yang punya keduanya: pengalaman dan ilmu akademik. Dengan demikian perusahan besar itu bisa berkembang pesat.

Namun demikian, hal yang saya katakan di atas adalah general, tidak dipungkiri bahwa ada banyak hal yang bisa membuat orang-orang yang tidak kuliah mengungguli orang-orang yang kuliah, yaitu jika:

  1. Bidang yang ditekuni tidak memerlukan ilmu teoritis yang terlalu mendalam untuk bisa menjadi yang terbaik. Misalnya dalam hal musik (lebih penting latihan daripada teori), memasak, programming (yes, lebih dibutuhkan logika yang kuat, ketelitian dan latihan daripada teori). Kuliah dalam bidang-bidang seperti itu dibutuhkan untuk pengembangan skill dan ilmu di bidang tersebut, tapi jika hanya untuk sekedar sukses finansial, Anda belum tentu kalah daripada orang yang kuliah. Namun hal ini tidak akan bisa terjadi dalam bidang seperti medis (dokter), engineering (arsitek, sipil, mesin, dll) atau riset dan keilmuan.
  2. Orang-orang yang kuliah lebih mahir dan lebih menguasai bidang daripada Anda, tetapi Anda lebih mahir dalam berbisnis. Untuk bisa menjual jasa/produk Anda, Anda hanya perlu kemampuan rata-rata dalam bidang yang Anda tekuni, tidak perlu menjadi yang paling hebat untuk sukses, selama Anda mampu jualan. Banyak tempat kuliah yang hanya mengajarkan skill dan knowledge saja, tapi kurang mengajarkan bagaimana memulai bisnis dalam bidang tersebut dan bagaimana jualan. Akibatnya ya sudah dapat ditebak, orang-orang yang mahir tersebut akhirnya akan bekerja pada orang yang berbisnis dalam bidang tersebut, hanya karena Anda punya pengalaman lebih banyak akibat Anda tidak kuliah.
  3. Anda menjadi spesialis, bukan generalis. Tidak dipungkiri juga sekarang ini kita bisa memiliki berbagai keahlian tanpa harus kuliah, cukup mengikuti kursus maupun sertifikasi yang dibutuhkan. Misalnya kursus dalam bidang IT, bahasa, digital marketing, public speaking, dll. Tapi apa yang ditawarkan adalah Anda menjadi spesialis. Sertifikasi Cisco misalnya hanya membuat Anda mahir menangani produk Cisco, dan punya dasar keahlian untuk menangani networking device yang lain, tapi tidak untuk software Microsoft misalnya. Demikian juga kemahiran bahasa, Anda mungkin mahir dalam menjadi penerjemah, tetapi belum tentu kompeten untuk menjadi penerjemah tersumpah, penerjemah buku atau menuliskan karya sastra dalam bahasa lain.
  4. Anda mampu mengumpulkan kapital (modal) dalam waktu singkat. Kenapa orang-orang kuliah bisa bekerja pada orang-orang yang tidak kuliah? Salah satunya adalah karena orang-orang yang kuliah tidak punya modal, bahkan mungkin punya hutang, sehingga saat ia ingin usaha, ia akan lebih sulit mendapatkan modal. Sedangkan orang yang tidak kuliah punya kesempatan dan waktu lebih banyak di awal untuk mendapatkan modal dan bisa memulai bisnisnya lebih cepat, sebelum teman-teman seumurnya lulus kuliah.

memulai usaha sendiri

Di sisi lain, kita harus mengakui bahwa ada problem dalam kondisi perkuliahan di Indonesia. Hal-hal ini yang menyebabkan betapa percumanya membayar biaya kuliah yang begitu tinggi, karena hanya menghasilkan sarjana-sarjana yang biasa-biasa saja, bahkan kurang kompeten di bidangnya sehingga kalah bersaing dengan orang lain bahkan yang tidak kuliah. Yaitu apabila:

  1. Dosen yang kurang kompeten. Dosen hanya menguasai ilmu yang dibaca di buku, kurang up-to-date dengan penelitian terkini atau tidak pernah memiliki pengalaman bekerja dalam bidang tersebut. Yang seperti ini banyak terjadi, salah satunya karena jumlah dosen kurang sehingga dosen-dosen terpaksa mengajar mata kuliah yang bukan merupakan keahliannya (kalau nggak siapa yang ngajar?). Akibatnya ilmu yang diajarkan tidak berkembang. Pengetahuan mahasiswanya bisa sama dengan orang yang tidak kuliah yang bisa belajar dengan membaca buku, ikut seminar atau training.
  2. Tidak ada transfer passion ke mahasiswa. Penyebabnya ya karena dosen yang juga tidak punya passion dalam bidang itu, atau karena dosen kurang dibekali dengan cara mengajar yang baik. Mereka adalah ahli-ahli di bidangnya tapi tidak mampu menggerakkan anak-anak didiknya mencintai bidang tersebut seperti dirinya. Padahal passion adalah sumber energi bagi anak muda untuk berjuang dan mencapai cita-cita yang diinginkannya. Sedangkan orang yang tidak kuliah karena sudah mendapatkan penghasilan dalam bidang itu lebih cepat, bisa memiliki passion lebih besar daripada mereka yang kuliah.
  3. Mahasiswa yang asal lulus. Ini penghamburan biaya yang paling besar yang sering saya temui di kampus. Bagi saya daripada buang-buang uang sedangkan mereka juga tidak akan dapat apa-apa dalam kuliah (lha tugas selalu kopas dan ujian selalu nyontek kok), lebih baik orang tua mereka menghentikan biaya mereka dan meminta mereka langsung berjuang di masyarakat. Dengan demikian, mereka terpaksa memutar otak untuk bisa survive dan akan lebih berhasil dalam kehidupan mereka. Atau jika mereka asal lulus justru karena orang tua yang memaksa mereka mengambil jurusan tersebut, maka semoga orang tua yang membaca tulisan saya menyadari bahwa tugas kita bukanlah menjadikan mereka sama seperti kita, tetapi membantu anak-anak kita menemukan panggilan hidup mereka.

kuliah itu penting

Maka, kuliah itu menjadi penting, jika Anda memiliki kesempatan untuk itu dan memanfaatkannya dengan baik. Yaitu dengan serius belajar menimba skill dan knowledge dari sana, berjejaring dengan dosen dan teman kuliah, serta berusaha untuk menggunakan dan mengembangkannya di kemudian hari.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Bagaimana pendapat Anda?