Cara Jitu Mengatasi Kebiasaan Menunda (Prokrastinasi)

Jawab Coach Deny Hen: 

Ada 3 penyebab umum seseorang menunda-nunda pekerjaan dan menghabiskan waktu (prokrastinasi):

Pertama, kita suka melakukan prokrastinasi kalau tugas yang harus kita lakukan itu ternyata cukup banyak, sulit atau membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyelesaikannya. Kita tergoda untuk menundanya, menyelesaikan tugas-tugas simple dulu (atau menghabiskan jatah main hari ini dulu – buat yang belum kerja) dan akhirnya tugas besar yang panjang itu terbengkalai dan tidak pernah dikerjakan.

Baca juga: Apakah seorang motivator benar-benar bisa membantu seseorang menjadi lebih baik? Mengapa?

Kedua, salah satu sebab orang menunda-nunda kerjaan adalah karena kebiasaan. Banyak anak muda generasi sekarang yang tidak terbiasa untuk hidup dalam kondisi penuh perjuangan. Semua tersedia, teknologi sudah menjawab banyak problem yang sebelumnya perlu waktu dan usaha untuk diatasi, dan perangkat hiburan yang jauh lebih menyenangkan daripada aktivitas yang bernama “kerja” dan “tugas” sudah berada dalam genggaman, dan dapat digunakan kapan saja kita inginkan, 24/7.

Tahukah Anda setelah bombardirnya informasi yang kita dapatkan setiap hari, akhirnya kita tidak lagi “membaca”, melainkan melakukan “scanning”, yaitu melihat bagian-bagian awal, lalu lompat ke konklusi atau bagian tengah yang menarik perhatian kita. Seperti gambar di bawah ini, warna semakin merah adalah bagian web yang semakin sering dilihat orang, sedangkan semakin biru berarti semakin tidak dilirik orang.

scanning bukan membaca

Ini menunjukkan ketidaksabaran kita, apalagi jika kita harus mengerjakan sesuatu yang panjang, lama dan konsisten. Kita menginginkan sesuatu yang kita butuhkan untuk dipenuhi KEMARIN, bukan hari ini, apalagi besok! Akibatnya kita kesulitan saat kita harus mengerjakan sesuatu yang besar, yang membutuhkan waktu, dan konsistensi, di mana kita baru mendapatkan hasilnya beberapa bulan kemudian (atau bahkan tahunan).

Perangkat hiburan (seperti game, youtube, medsos, dll) juga menyebabkan pekerjaan kita selalu kalah menarik di bandingkan dengan mereka dan mendistraksi fokus kita dari pekerjaan kita.

Ketiga, kita akan mudah jatuh ke menunda-nunda kerjaan apabila kita tidak punya visi atau purpose yang bisa membuat kita bersemangat menggebu-gebu untuk mengerjakan sesuatu. Kita kehilangan passion kita pada hal lain di luar sosmed atau game, atau kita tidak pernah menemukannya karena teralih oleh kedua godaan tersebut.

Maka ada beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk mengatasi lingkaran setan menunda-nunda kerjaan/menghabiskan waktu dengan hal yang tidak produktif ini:

1. Temukan tujuan hidup Anda. Temukan purposeful passion Anda, kembangkan keahlian (proficiency) Anda, kenali personality profile Anda dan pelajari sejarah hidup (path) Anda. dari 4 P itu, rumuskan visi hidup Anda pribadi yang akan membuat Anda terus fokus dan bergairah dalam melakukan tugas-tugas Anda.

purpose goal

2. Buatlah hidup Anda susah. Bob Sadino bukan orang miskin, ia berasal dari keluarga berada yang memutuskan untuk hidup susah, berjuang dalam bisnisnya sendiri tanpa bantuan orang lain, memanfaatkan the power of kepepet untuk bisa sukses. Karena itu jika ingin diri Anda sukses, gunakan cara yang sama untuk melatih dan membiasakan diri Anda menghadapi ketidakmudahan dan ketidaknyamanan, sehingga mengerjakan tugas-tugas Anda tidak lagi terlihat sulit.

Bagaimana caranya? Berikut ini ide-ide yang bisa digunakan:

  • Kalau Anda masih dibiayai orang tua, paksa diri Anda memotong uang bulanan Anda menjadi 50% dan usahakan untuk memenuhi yang 50% lagi dengan usaha sendiri.
  • Puasa gadget dan game. Kunci HP di laci dan uninstall game di Laptop Anda. Coba saja dulu untuk 1 minggu. Paksa diri Anda untuk bosan, sehingga tidak ada pilihan selain mengerjakan sesuatu yang menarik bagi Anda, tapi bukan yang instant.
  • Kalau Anda masih tinggal di rumah orang tua yang semuanya serba tersedia, cobalah untuk ngekos, di tempat mana Anda harus mencuci baju, masak dan mengurus diri sendiri. Bila Anda sudah tidak sekolah, bekerjalah di luar kota yang jauh dari keluarga Anda.

 

3. Break down tugas besar ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Mencoba membagi tugas besar ke dalam tugas-tugas yang kecil membantu Anda merasa mampu dalam menyelesaikan tugas tersebut sehingga mengurangi perasaan sulit dalam mengerjakan tugas tersebut. Keberhasilan dalam tugas-tugas kecil tersebut akan memberikan konfiden lebih lanjut yang memotivasi Anda untuk bekerja lebih giat.

4. Gunakan 3 tools ini untuk mengatasi prokrastinasi:

  1. Planner & Scheduler. Buatlah to-do list untuk dikerjakan hari ini, kemudian jadwalkan kapan akan dilakukan. Ini membantu Anda keep on track dengan apa yang Anda lakukan setiap hari.
  2. Habit. Lakukan hal yang sama pada waktu yang sama setiap hari selama 21 hari, maka Anda akan terbiasa dan tidak lagi merasa kesulitan untuk melakukannya.
  3. 5 minutes rule. Ini cara sangat mudah yang powerful untuk menghentikan prokrastinasi. Ketika Anda mulai menunda tugas/pekerjaan Anda, cobalah untuk melakukan tugas itu hanya untuk 5 menit saja. Ketika Anda sudah mulai mengerjakan tugas itu selama 5 menit, Anda akan menemukan bahwa Anda sedang di tengah melakukan pekerjaan itu dan merasa tanggung untuk dihentikan, sehingga Anda akan terus mengerjakannya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

life coach

5. Jikalau Anda sudah mencoba berbagai cara dan masih juga gagal, cobalah coaching. Tidak perlu malu mengatakan bahwa kita membutuhkan bantuan orang lain. Justru saat Anda menyadari Anda butuh orang lain, Anda menyelamatkan masa depan Anda daripada terus terpuruk dan membuang-buang masa muda Anda. Coaching dapat membantu Anda keluar dari keterbatasan Anda dalam menyelesaikan masalah ini, di mana seorang coach seperti saya akan membukakan pikiran Anda dan melatih Anda, menjadi teman akuntabilitas Anda untuk keluar dari keterpurukan dan menjadi pemenang.

Saya Deny Hen, salam pembelajar!

 

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Bagaimana pendapat Anda?