Tips Rumah Tangga Harmonis Setelah Punya Anak

rumah tangga harmonis setelah punya anak

Prof James C. Dobson, dalam sebuah wawancara pernah mengatakan bahwa kehadiran anak sulung seringkali membuat kepuasan pernikahan suami-istri menjadi buruk, sebagian bisa kembali pada saat anak remaja, tapi sebagian lagi tidak pernah kembali pulih.

Lebih lanjut menurut Prof. John Gottman, ilmuwan yang meneliti cinta dalam love lab di University of Washington, kehadiran anak memang membawa dampak hubungan yang lebih buruk dari sebelumnya pada 67% pasangan saja. Sedangkan ada 33% dari pasangan yang diteliti tidak mengalami penurunan, bahkan sebagian mengalami peningkatan dalam hubungan pasutri.

Baca juga: Ide Aktivitas Anak: Bermain Menjadi Ilmuwan Cilik

Yang menarik buat kita adalah, bagaimana bisa ada 33% yang selamat dari dampak buruk kehadiran anak pada pernikahan? Apa rahasia mereka?

Jawabannya adalah: Peta Cinta.

Peta cinta adalah suatu istilah yang menggambarkan seberapa baik seseorang mengenal pasangannya. Orang yang mengenal pasangannya dengan baik, dianalogikan sebagai seseorang yang telah menggambarkan “peta cinta” tentang pasangannya yang mendetail di dalam ingatannya. Sedangkan orang yang kurang mengenal pasangannya, dianalogikan sebagai tidak memiliki “peta cinta” yang detail di dalam ingatannya.

Bayangkan kita berjalan-jalan di sebuah kota yang baru dengan sebuah peta (jangan bandingkan dengan google map ya :)) yang kurang akurat dan kurang lengkap, maka kita dapat tersesat. Tetapi peta yang lengkap dan mendetail (seperti google map) membuat kita berjalan-jalan di kota itu seakan-akan kita sudah lama tinggal di dalamnya. Demikian juga dengan peta cinta.

Jadi semakin mengenal pasangannya, peta cinta di dalam benak orang tersebut makin baik, makin akurat dan makin mendetail.

Orang-orang yang tidak mengalami masalah walaupun setelah anak lahir, ternyata memiliki Peta Cinta tentang pasangan mereka yang mendetail dan up-to-date. Sedangkan orang-orang yang 67% tidak.

Jadi bagaimana supaya pernikahan kita tidak memiliki dampak buruk dari kelahiran si kecil?

Kunci bisa mengambarkan peta cinta pasangan kita dalam benak kita adalah dengan bersahabat dengan pasangan kita. Bukan sekedar persahabatan karena masing-masing punya kebutuhan, tapi persahabatan yang tulus, di mana kita memang perhatian pada pasangan kita, dan selalu ingin up-to-date dengan apa yang dialami oleh pasangan kita, juga selalu ingin up-date apa yang kita alami kepada pasangan kita.

Salah satu cara mewujudkan persahabatan itu, yang sering saya jelaskan dalam workshop dan seminar pernikahan yang saya adakan (informasi lebih lanjut ada di sini: Marriage Academy) adalah: dengan meluangkan waktu minimal 15 menit yang berarti untuk pasangan kita.

15 menit yang berarti adalah waktu yang kita gunakan untuk ngobrol dengan pasangan kita dengan 4 prinsip:

  1. Prioritas: waktu 15 menit ini adalah WAJIB hukumnya, jadi harus diprioritaskan. Jadwalkan waktu ini jika sehari-hari Anda tidak punya waktu bersama suami/istri Anda. Selain itu selama 15 menit ini, Anda harus menyingkirkan semua gangguan: HP, TV, Laptop, game, anak, orang lain. Hanya boleh bercakap-cakap yang khusus berdua saja.
  2. Cerita: Gunakan waktu 15 menit untuk saling bercerita, cerita tentang apa yang dialami, apa yang dipikirkan, apa yang dirasakan, rencana-rencana, atau masa lalu.
  3. No Problem: Jangan membicarakan masalah dalam 15 menit tersebut. Karena bicara masalah cenderung membuat kita saling menyalahkan atau saling memberi solusi, padahal inti dari 15 menit ini adalah saling terkoneksi dan saling terupdate.
  4. No Judgement: Tidak ada yang boleh memberikan komentar yang berupa judgement kepada pasangannya. Biarkan pasangan Anda merasa diterima apa adanya.

Cara dan tips lain untuk membantu usaha Anda memperoleh pernikahan yang sehat dan bahagia sudah saya tuliskan selengkap mungkin dalam buku saya: The Great Marriage (simak liputan group detik.com di sini: Great Marriage, Salah Satu Kunci Pernikahan yang Harmonis). Bagi Anda yang membutuhkan, Anda dapat membeli langsung kepada kami (cek di sini: A Book for A Couple, Buy One Book Save One More Marriage), atau di toko buku Gramedia terdekat.

Saya Deny Hen, salam pembelajar!

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  • 2
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

Bagaimana pendapat Anda?