Tips Hubungan Intim yang Memuaskan Menurut Sains

tips hubungan intim yang memuaskan

(Peringatan: Konten ini hanya untuk orang yang sudah menikah saja!)

Sains mengungkapkan beberapa hal yang membuat kita menikmati kepuasan yang tinggi dalam berhubungan intim, 3 di antaranya:

  1. Setia untuk bercinta hanya dengan suami/istri sendiri (Stanley S. M., The Power of Commitment, 2005)
  2. Berdoa bersama secara rutin dengan suami/istri (Rushnell, S. & DuArt, L., Couples Who Pray, 2007)
  3. Tidak menggunakan pornografi lebih sering dari 1 kali/bulan (Paul J. Wright, Ana J. Bridges, Chyng Sun, Matthew B. Ezzell & Jennifer A. Johnson (2018) Personal Pornography Viewing and Sexual Satisfaction: A Quadratic Analysis, Journal of Sex & Marital Therapy, 44:3, 308-315)

Baca juga: Seberapa Cantik Istri Anda?

Bagaimana bercintanya supaya memuaskan? Semua pasutri saya pikir perlu mempelajari 5P sebagai kunci untuk hubungan intim yang memuaskan dengan pasangan halal Anda. 5P seperti yang tertulis dalam buku The Great Marriage adalah sbb:

  1. Planning (Perencanaan). Perencanaan berarti memutuskan kapan waktu untuk melakukan hubungan intim secara rutin. Penelitian yang dipublikasikan di Social Psychological and Personality Science (Luscombe, 2015) memberi petunjuk bahwa hubungan intim perlu dilakukan paling tidak seminggu sekali, karena itu rencanakanlah hari dan waktu untuk melakukan hubungan intim yang dipersiapkan dengan baik secara rutin setiap minggunya.
  2. Prepare (Persiapan). 3 hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan hubungan intim adalah fisik, psikologis dan waktu. Seorang pria akan turn-on saat istrinya memberikan penampilan visual yang menggoda, karena itu persiapkan fisik istri dari sisi diet, make up dan pakaian (tidak perlu tabu dengan lingerie). Sedangkan seorang istri membutuhkan kenyamanan secara emosi agar ia turn-on, karena itu gunakan bahasa cintanya untuk lebih banyak menyatakan cinta, khususnya pada hari H sesuai perencanaan tadi. Selain itu, siapkan waktu sakral itu dengan baik, atur supaya anak maupun orang lain tidak mengganggu Anda berdua.
  3. Pursue (Pengejaran). Walau biasanya pria yang mulai duluan, tapi sebenarnya pria juga suka wanita yang mulai duluan. Sebaliknya, pria wajib terkoneksi dulu dengan istrinya, baru mengundang istrinya untuk berhubungan intim. Seorang suami belum berhak membuka baju istrinya sebelum istrinya memberikan lampu hijau. Selain urusan siapa yang mulai, pursue juga tentang wanita yang juga harus bersama-sama dengan suaminya berusaha untuk mencapai kepuasan. Istri sama-sama dengan suami punya hak untuk menikmati hubungan yang indah tersebut.
  4. Pleasure (Kenikmatan). Nikmati proses hubungan itu bersama-sama tanpa beban, gunakan teknik apa pun yang menyenangkan bagi kedua belah pihak. Cobalah hal-hal baru, baik dari sisi gaya, tempat bercinta, termasuk bila diperlukan menggunakan alat bantu seks. Tips sederhana dan murah untuk membantu wanita mencapai kepuasan seksual adalah dengan senam kegel. Tuntun pasangan kita menikmati titik-titik yang menyenangkan bagi kita, dan demikian juga sebaliknya. Anda adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk kepuasan seksual Anda, bukan pasangan Anda.
  5. Pain (Penderitaan). Bereskan masalah-masalah fisik (misalnya penyakit, ejakulasi dini, vaginismus, dll ) atau masalah kesehatan mental yang dimiliki pasutri agar tidak mengganggu pasutri melakukan hubungan intim. Untuk hal ini Anda membutuhkan bantuan dokter/psikolog.

Semoga jawaban saya dapat membantu pasangan suami istri untuk dapat menikmati kebahagiaan bersama kekasih permanen, teman hidup dan belahan jiwa Anda, dalam pernikahan yang hebat!

Saya Deny Hen, salam pembelajar!

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

Bagaimana pendapat Anda?