Hal Apa yang Tidak Boleh Dikatakan kepada Pacar?

hal yang tidak boleh diucapkan pada pasangan

Hal-hal yang tidak seharusnya dikatakan pada kekasih kita antara lain:

  1. Verbal abuse. First thing first. Yang paling utama tidak boleh diucapkan sekalipun adalah ucapan-ucapan kasar kepada pasangan kita. Seberapa menyebalkan dan menyakitkannya pun yang dia lakukan, tidak ada orang yang pantas menerima perkataan kasar (apalagi kotor) seperti an*ing, mon*et, ta*, apalagi alat kelamin.

    Baca juga: Cari Jodoh yang Sama Sifatnya atau yang Beda?

  2. Mengancam pacar (dalam konteks kekerasan fisik). Istri atau suami saja tidak boleh mengancam pasangannya. Apalagi masih pacaran. Warning bagi Anda yang pernah mengalami hal ini dari kekasih Anda.
  3. Menghina pacar dan keluarganya. Ini juga BIG NO! Termasuk dalam kategori ini adalah ucapan-ucapan yang merendahkan, dan labeling. Hal ini akan menggerus tabungan cinta Anda berdua dengan cepat dan berpotensi menyimpan kepahitan pada pacar Anda. Walaupun Anda dan pacar Anda akhirnya putus, perkataan pahit itu belum tentu akan dilupakan dan dampaknya bisa berlangsung seumur hidup.
  4. Terlalu mudah mengatakan “putus”. Relasi itu tidak mudah, banyak emosi dan history yang sudah terlibat sehingga akhirnya Anda berdua bisa bersama sebagai sepasang kekasih. Karena itu suatu relasi harus diperjuangkan dan dipertahankan sebaik mungkin. Hargai pilihan dan keputusan Anda bahwa Anda telah memilih pasangan Anda. Upayakan terus hingga Anda berdua memang sudah tidak ada jalan untuk melanjutkan kisah cinta Anda berdua.
  5. Janji palsu: Hentikan mengatakan janji-janji yang Anda tidak serius untuk menepatinya. Misalnya “saya tidak akan terlambat”, atau “saya tidak akan lupa”, atau “gw janji gw akan berubah”. Atau juga janji-janji yang sudah jelas-jelas Anda tidak mampu menepatinya. Melanggar janji itu sangat menyakitkan. Lebih baik janji sekali, lalu mati-matian berusaha menepatinya, daripada janji berkali-kali tapi tidak bisa menepatinya. Jika Anda mengalami kesulitan, bicarakan dengan kekasih Anda, lalu bayar harga untuk bisa mengubah diri Anda.
  6. “I love you” tanpa ketulusan. Selama masih pacaran dan janur kuning belum berkibar, jangan sekali-kali memberikan pernyataan cinta yang sebenarnya tidak Anda miliki. Memang benar bahwa komitmen (memutuskan untuk tetap mencintai dia) adalah bagian dalam cinta. Tetapi kalau Anda sebenarnya tidak memiliki komitment tersebut, adalah perbuatan yang sangat jahat menipu pasangan Anda dan membiarkan pasangan Anda terus mengharapkan Anda yang sebenarnya tidak mencintai dirinya lagi. Apalagi mengatakan I Love You cuma semata-mata untuk mendapatkan keuntungan tertentu seperti finansial ataupun seks gratis.
  7. Mengajak bercinta dengan alasan membuktikan cinta. Ini juga tipuan murahan yang sering dilakukan oleh pria-pria yang brengsek. Kalau memang Anda tidak bisa menahan syahwat Anda, lebih baik Anda bercinta dengan film porno atau (maaf) PSK. Tapi jangan merusak kesucian pacar Anda. Waktu Anda menipu pacar Anda untuk melakukan hubungan intim, Anda sudah merusak masa depannya. Dan hanya anugrah Tuhan yang bisa membuatnya tetap menjalani hidup di kemudian hari dengan baik. Wanita terhormat yang menjadi kekasih seseorang mungkin bersedia memberikan tubuhnya sebagai bukti cinta dan kesetiaannya, tetapi maaf, itu tidak berlaku bagi kaum pria. Jadi jangan mau tertipu, sebagaimana pun kekasih pria Anda memelas-melas dan memohon-mohon atau memberikan begitu banyak hal demi mendapatkan seks dari Anda. Kesucian Anda terlalu berharga dan hanyalah milik seorang pria terhormat yang menghormati kesucian calon istrinya hingga pada hari pernikahan tiba.
  8. Meminta ia menerima Anda apa adanya tanpa syarat. Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing dan ini memang wajar, tetapi dalam masa pacaran, komitmen itu harus berjalan beriringan dengan kedekatan hubungan. Kalau Anda belum terlalu mengenal kekasih Anda, komitmen yang diberikan juga masih seputar pergi bareng, atau tidak berkencan dengan wanita/pria lain. Komitmen untuk menerima seseorang tanpa syarat itu begitu tinggi dan hanya dapat diberikan kepada seseorang yang sudah menjadi suami/istri. Apalagi kalau permintaan tersebut dikatakan karena dirinya TIDAK mau berubah. Pacaran itu proses beradaptasi, namanya adaptasi pasti harus ada yang berubah satu dengan yang lain. Ada negosiasi dan ada kompromi walau tetap ada toleransi. Begitu saja meminta seseorang menerima Anda apa adanya tanpa syarat adalah permintaan yang absurd dan sangat egois.
  9. Sebaliknya, menuntut pacar Anda untuk berubah persis sesuai dengan keinginan Anda juga adalah ekstrim yang harus dihindari. Meminta pacar Anda berubah boleh-boleh saja, tetapi menuntutnya bahkan mengancamnya adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi. Anda akan menemukan bahwa Anda sama sekali tidak mampu mengubah kekasih Anda, Anda hanya mampu mengubah diri Anda sendiri dan seorang kekasih yang baik akan menghargainya dan berupaya berubah demi Anda.
The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Bagaimana pendapat Anda?