Berapa Usia Minimal yang Cukup untuk Menikah?

usia minimal yang cukup untuk menikah

Saat Webinar 10 Hal yang Harus Diperiksa Sebelum Siap Nikah kemarin, saya juga membahas mengenai usia minimal pernikahan ini. Saat saya menanyakan kepada pemirsa, rata-rata menyebutkan bahwa usia minimum yang tepat adalah antara 25-30 tahun. Memang tentu saja setiap orang punya pertimbangannya sendiri untuk menikah di usia yang lebih muda atau lebih tua daripada itu. Namun secara umum, usia bawah 20 tahun belumlah cukup untuk menikah. Karena usia di bawah 20 tahun belum mencapai kematangan dalam fisik maupun emosi.

Baca juga: 10 Tips Pacaran Awet Hingga Nikah

Kematangan Fisik dan Emosi

Erik Erikson, seorang tokoh psikologi perkembangan mengelompokkan usia di bawah 20 tahun itu sebagai masa adolescent (remaja) di mana perjuangan utamanya masih seputar mencari jati diri. Ia mengatakan bahwa kegagalan dalam tahap ini mengakibatkan kebingungan peran (bisa secara seksual atau secara karir). Jadi, belum tepat apabila umur di bawah 20 tahun sudah memikirkan tentang komitmen seumur hidup seperti pernikahan.

 

Pertimbangan Edukasi dan Finansial

Selain pertimbangan fisik dan emosi, kita juga perlu mempertimbangkan edukasi dan finansial. Rata-rata seseorang yang sekolah terus tanpa tinggal kelas akan lulus kuliah S1 pada usia 22 tahun (kecuali pendidikan dokter). Dan setelah itu baru ia mencari pekerjaan full time yang layak. Dari usia 22 tahun, masih dibutuhkan kira-kira 2 – 3 tahun untuk mencapai karir yang stabil. Belum lagi kalau merasa perlu sekolah S2. Perlu tambahan 2-3 tahun lagi.

Bagaimana jika tidak kuliah, alias langsung bekerja atau berwiraswasta?

Sama saja, membutuhkan waktu untuk berkembang secara fisik dan kejiwaan, serta membutuhkan waktu untuk bisa stabil secara finansial. Terlebih lagi yang berwirausaha, setidaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun dalam mencari usaha yang cocok, sampai bisa menghasilkan suatu pendapatan yang memadai dan konsisten untuk membentuk sebuah keluarga.

Jadi untuk menikah, sebaiknya selesaikan dulu sekolah dan dapatkan dulu pekerjaan/usaha yang stabil. Maka dapat diambil patokan umur minimal untuk menikah adalah minimal 24 tahun. Tentu saja bagi sebagian orang usia ini masih terlalu muda. Saya sendiri berpikir sebenarnya butuh usia setidaknya 27 atau 28 untuk pria. Sedangkan untuk wanita, usia 24 cukup. Jadi 24 itu usia minimal.

 

Pengembangan Diri

Saya pernah bertemu dengan pasangan di mana sang pria berumur 28 tahun dan yang wanita 22 tahun. Merasa usia dan pekerjaannya sudah cukup mapan, sang pria ngotot ngajak pacarnya menikah. Tetapi kekasihnya yang baru lulus kuliah menolak, karena ia masih ingin menikmati berbagai kegiatan di luar dan sering-sering hang out dengan teman-temannya, sesuatu yang akan menjadi terbatasi ketika ia sudah menikah. Ia merasa belum siap untuk menerima tanggung jawab sebagai seorang istri maupun menjadi ibu.

Menikah memang menuntut suatu komitmen dan tanggung jawab kepada suami/istrinya, sehingga menikah terlalu dini dapat menghambat seseorang yang masih bebas dalam melakukan berbagai aktivitas dan mengembangkan potensi dirinya. Karena setelah menikah, memang seseorang akan lebih fokus kepada keluarganya, yaitu mendapatkan penghasilan yang cukup, dan mendidik anak. Ini yang bisa menghambat seseorang untuk mengembangkan diri lebih leluasa daripada ketika ia masih sendirian. Banyak orang juga mengurangi pergi ke luar kota dan menghindari mendapatkan pekerjaan yang sering terbang karena pertimbangan keluarga. Akibatnya karir sejenis jadi relatif lebih terbatas.

Jadi pikirkan dulu matang-matang ketiga hal ini sebelum menikah usia dini:

  • Kematangan fisik dan emosi
  • Edukasi (lulus sekolah) dan finansial yang mapan
  • Pengembangan diri yang cukup

 

Salam pembelajar!

 

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Marriage coach & counselor, life coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagaimana pendapat Anda?