Benarkah Ada Hubungan Antara Membahagiakan Pasangan dengan Banyak Rejeki?

kebahagiaan istri dan rejeki

Terkadang saking sibuknya kita mencari nafkah, kita lupa untuk membahagiakan pasangan kita. Padahal dalam hidup kita perlu keseimbangan antara keluarga dan karir kita. Membahagiakan pasangan hidup kita merupakan salah satu hal yang terpenting dalam hidup kita. Bahkan orang bilang bahwa membahagiakan pasangan hidup memudahkan rejeki kita. Saya sendiri tidak bisa mengatakan bahwa membahagiakan pasangan hidup membuat rejeki makin mudah, namun secara logis membahagiakan pasangan hidup memang bisa membuat kita lebih banyak rejeki. Baca sampai habis penjelasan saya di bawah ini ya!

Baca juga: Tips Memiliki Work-Life Balance di Tengah Kesibukan Pekerjaan

1. Kondisi pasangan yang tidak bahagia

Tatkala kita tidak mengusahakan membahagiakan pasangan kita, hal-hal negatif pasti akan terjadi. Semua manusia membutuhkan kasih sayang dan perhatian, dan jika hal tersebut tidak diperoleh, di awal-awal mungkin masih ada toleransi dan upaya untuk memahami. “Mungkin dia sibuk bekerja” atau “aku harus mendukung dia untuk sukses” adalah kata-kata yang sering diucapkan sebagai rasionalisasi seorang pasangan yang kurang kasih sayang dari pasangannya. Namun ini tidak bisa bertahan dalam jangka panjang. Suatu saat ia akan menuntut itu dari kita, dan ia akan menuntutnya dengan keras atau melalui ledakan-ledakan konflik.

Masalahnya, setiap kebutuhan yang tidak terpenuhi akan membutuhkan biaya untuk mengkompensasinya. Misalnya jika ada pertengkaran, suami alih-alih pulang dari tempat kerjanya, ia mampir dulu, ngopi dulu dan menghabiskan waktu di kafe supaya tidak usah menghadapi amarah istri. Ini artinya ia sedang mengeluarkan biaya yang sebenarnya tidak perlu dikeluarkan. Saat pulang, ia ingin berbaikan dengan istrinya, dibelikannyalah makanan kesukaan istri. Lagi-lagi ia harus membayar untuk sesuatu yang bisa dicegahnya kalau ia membahagiakan istrinya. Ini masih untung sekedar kopi dan makanan. Kalau sang suami harus tidur di luar (hotel) dan ia membawa pulang perhiasan untuk menenangkan istrinya, tentu harganya berlipat ganda.

Kalaupun tidak terjadi konflik, hal yang sama berlaku pada pasangannya. Istri yang tidak merasa bahagia, tatkala pasangannya ogah memberikan perhatian dan kasih sayang sekalipun ia memintanya, akan mencarinya di tempat lain. Ia akan mencarinya dengan shopping, ngopi cantik dengan teman-temannya, atau dalam kasus-kasus yang buruk: melalui adiksi: narkoba, minum, dugem, dll.

Kita tingkatkan lagi konfliknya dengan contoh misalnya ketika ada perselingkuhan. Tidak ayal lagi, begitu ketahuan, pasangannya akan meradang, suasana rumah menjadi krisis dan chaos. Tidak ada seorang pun yang dapat konsentrasi untuk cari duit; bekerja dan membangun usahanya kalau sudah terjadi krisis dan chaos seperti ini.

Belum lagi kalau selingkuhnya dengan teman kantor. Hampir pasti salah satu dari mereka harus resign atau setidaknya dimutasikan, dan ini akan mengganggu jalannya karir pelaku selingkuh atau pelakornya.

Bagaimana mau banyak rejeki kalau begini?

 

2. Kondisi pasangan yang bahagia

Nah sebaliknya jika keduanya berupaya untuk membangun pernikahan yang sehat, hal-hal baik ini akan terjadi:

  1. Kita akan termotivasi untuk berjuang demi keluarga. Memiliki hubungan yang bermakna, dicintai dan mencintai seseorang membuat kita merasa hidup kita berarti. Dan ini merupakan bahan bakar turbo yang mendorong kita satu langkah lagi lebih maju, membuat kita mampu mengabaikan kesusahan dan penderitaan dalam meniti karir/usaha kita serta membuat kita pantang mundur dalam usaha mensejahterakan keluarga kita. Barangsiapa berupaya lebih keras tentu saja akan mendapatkan bayarannya di kemudian hari.
  2. Berkurangnya stres di rumah yang berarti memberikan kesempatan lebih besar bagi kita untuk tampil cemerlang dan kreatif. Manusia memang membutuhkan stres untuk maju, tetapi stres dalam masalah relasi tidak pernah membuat kita lebih unggul, melainkan membuat performa kita lebih buruk dari yang seharusnya. Stres juga mengurangi kemampuan kita untuk kreatif. Sedangkan menurut Malcolm Gladwell kreativitas adalah yang membedakan apakah seorang ilmuwan akan mendapatkan Noble atau tidak. Kreativitas membedakan seseorang menjadi seseorang yang biasa atau yang melampui batasan-batasan yang dimilikinya.
  3. Karir/usahanya mendapat dukungan dari pasangan dan keluarga. Dalam buku saya yang berjudul “Tangguh, 4 Rahasia yang Jadikan Anda Tak Terkalahkan” saya menjelaskan bahwa salah satu rahasia untuk tangguh adalah dukungan sosial. Sedangkan ketangguhan adalah salah satu syarat yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan. Selain itu, mendapatkan dukungan dari pasangan berarti mendapatkan dukungan jejaring yang dimiliki oleh pasangan kita (dan keluarga besarnya). Dan Anda tentunya sudah tahu bahwa di masa kini jejaring adalah kunci keberhasilan dalam usaha.

 

Kesimpulannya: Ya, tentu saja membahagiakan pasangan akan selalu berjalan beriringan dengan rejeki Anda. Namun tentu saja saya tidak akan menyarankan Anda membahagiakan pasangan Anda demi rejeki Anda. Sebab kita membahagiakan pasangan karena kita mencintai dia setulus hati, dan sebagai dedikasi untuk menunaikan tugas yang telah dipercayakan oleh Tuhan dan orang tuanya.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Marriage coach & counselor, life coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagaimana pendapat Anda?