5 Cara untuk Meyakinkan Orang Tua dengan Pasangan Pilihan Kita

meyakinkan orang tua atas pasangan kita

Ada 2 kemungkinan yang menyebabkan terjadi konflik dengan orang tua mengenai lelaki/wanita yang menjadi pilihan hati kita:

  1. Orang tua Anda memiliki alasan yang menurut Anda tidak relevan atau kolot atau tidak logis dalam menolak kekasih Anda
  2. Orang tua Anda punya alasan yang kuat untuk menolak kekasih pilihan Anda, namun Anda belum mau mengerti atau belum menyadari bahwa orang tua Anda benar.

Maka untuk membantu Anda menilai apakah pendapat orang tua Anda benar ataukah pilihan Anda yang tidak salah, cobalah untuk melakukan langkah-langkah ini:

  1. Dekati orang tua Anda, bicarakan dari hati ke hati sebenarnya apa alasan beliau menolak pilihan Anda
  2. Untuk alasan dari orang tua Anda, ujilah dengan pertanyaan-pertanyaan ini:
  • Apa fakta dan bukti yang mendukung pernyataan orang tua Anda
  • Adakah fakta atau bukti yang menyanggah pernyataan orang tua Anda
  • Apakah orang tua Anda sedang melakukan over-generalisasi atau stereotiping terhadap semua lelaki/wanita yang mirip dengan lelaki/wanita pilihan Anda (misalnya stereotiping terhadap suku tertentu, atau ciri fisik tertentu)?
  • Apakah orang tua Anda memberikan alasan yang emosional, bukan logis tentang pasangan pilihan Anda?

3. Tanyakan pada diri Anda sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda sendiri yang sedang melakukan mental filter sehingga semua yang dilakukan kekasih Anda dianggap baik?
  • Apakah Anda yang sedang membela pasangan Anda secara emosional (bukan secara logis), sehingga Anda tidak dapat memahami apa yang dikatakan orang tua Anda?
  • Apa yang Anda bayangkan akan terjadi 5 tahun dari sekarang bila menikahi pasangan Anda? Apakah pikiran Anda logis?

Bagaimana pun, memang tidak dipungkiri bahwa terkadang orang tua kitalah yang memiliki alasan-alasan yang kurang relevan, kolot atau tidak logis, terutama jikalau nilai-nilai hidup yang dipegang berbeda dengan kita.

Apabila Anda termasuk dalam kategori tersebut, maka:

  1. Cobalah untuk memahami terlebih dahulu nilai-nilai dan pemikiran yang dianut orang tua Anda. Ini perlu pendekatan khusus kepada orang tua, yang berarti Anda perlu meluangkan waktu bersama mereka.
  2. Saat ada kesempatan ceritakan nilai-nilai dan pemikiran yang Anda pegang, khususnya mengenai pasangan hidup Anda. Jelaskan dengan lemah lembut namun disertai argumen yang kuat mengapa Anda memegang nilai-nilai tersebut
  3. Berikan kesempatan bagi kekasih Anda untuk merebut hati orang tua Anda. Ini artinya Anda juga harus bisa mengambil hati orang tua Anda
  4. Tunjukkan bahwa hubungan Anda dan pasangan Anda sehat, dalam arti menjaga batasan moral, dan juga mampu memecahkan konflik yang terjadi di antara Anda berdua dengan baik.
  5. Bila ada nilai-nilai orang tua Anda yang penting, namun belum dimiliki kekasih Anda (misalnya nilai kemapanan hidup), maka mintalah agar kekasih Anda berjuang untuk memiliki nilai-nilai tersebut. Sehingga walaupun belum tercapai, setidaknya orang tua bisa melihat pasangan Anda berusaha memenuhi apa yang menjadi concern calon mertuanya.

Semoga cukup membantu. Saya Deny Hen, Salam Pembelajar!

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  • 1
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

Bagaimana pendapat Anda?