4 Cara Jitu Move On dari Putus Cinta

sakit hati putus cinta

Bagaimana cara memulihkan diri dari putus cinta yang paling menyakitkan? Coach Deny Hen membagikan 4 cara jitu yang dapat Anda gunakan untuk move on dari mantan. Simak di bawah ini ya!

 

Saat kita putus, orang yang diputuskan biasanya adalah orang yang paling menderita. Terutama karena orang yang memutuskan, sudah memiliki ancang-ancang dalam mempersiapkan hatinya untuk putus.

Baca juga: 

Bagaimana pun baik Anda ada di pihak yang memutuskan atau diputuskan, ada 2 hal kunci untuk pulih dari putus yang menyakitkan yaitu forgiveness & letting go (mengampuni dan melepaskan). Keduanya merupakan suatu kesatuan.

Saya setuju dengan Dr. Fred Luskin, penulis buku Forgive for Good, bahwa inti dari forgiveness & let go adalah keputusan diri kita untuk memaafkan. Dan ini memang yang paling berat.

Meskipun demikian, ingatlah bahwa dalam kasus putus hubungan percintaan, mengampuni dan melepaskan hubungan sebelumnya adalah hal yang krusial untuk membuka jalan pada hubungan yang lebih baik dengan kekasih yang akan datang. Semakin lama kita mengampuni mantan kita, semakin lama kita mempunyai kesempatan untuk memiliki hubungan pacaran yang sehat berikutnya. Dan semakin kita menyimpan kebencian dan kepahitan akan mantan kita, semakin sulit kita memiliki hubungan yang sehat dengan kekasih berikutnya. Luka itu akan menjadi beban yang terus membayangi hubungan kita dengan pacar berikutnya.

Saya sangat tidak menganjurkan untuk jadian dengan pacar berikutnya sebelum kita menuntaskan luka dengan mantan kita. Seringkali itu merupakan pelarian dan cara kita agar kita dapat melupakan mantan kekasih kita. Tetapi saat kita terluka, penilaian kita akan lawan jenis kita tidaklah objektif. Kita tidak sedang cari pacar baru, hanya mencari pembalut luka hati kita. Dan hal ini akan membawa kita ke masalah-masalah berikutnya yang lebih pelik daripada sekedar mengampuni.

move on dari mantan pacar

Maka inilah yang harus dilakukan untuk bisa mengampuni dan melepaskan mantan kekasih kita dan kemudian move on (pembahasan lengkap mengenai memaafkan dapat dibaca di tautan ini: 10 Langkah Mengampuni Pasangan)

  1. Mulailah dengan niat untuk memaafkan mantan kita. Apapun yang terjadi, entah KDRT, kata-kata kasar, putus tanpa alasan, apapun itu, maafkan dia. Ingatkan diri Anda bahwa Anda sudah tidak bersamanya lagi dan bisa melanjutkan hidup Anda tanpanya.
  2. Ceritakan apa yang terjadi kepada 2 orang teman dekat Anda. Jika Anda tidak punya teman dekat, sekarang saatnya Anda memilikinya. Saya sarankan agar Anda tidak curhat pada teman lawan jenis Anda (kecuali keluarga Anda sendiri) supaya Anda terperangkap pada pacaran berikutnya terlalu cepat sebelum Anda pulih.
  3. Pahami alasan kenapa Anda putus. Bangunlah empati bagi mantan kekasih Anda. Mungkin Anda yang diputuskan dan bagi Anda alasan mantan Anda kurang kuat. Tapi terimalah hal itu, dan tetap mencoba memahami dari sudut pandangnya. Kalau memang pasangan Anda memutuskan Anda tanpa sebab bahkan tanpa bicara pada Anda, itu justru memberikan alasan yang kuat bagi Anda untuk tidak melanjutkan hubungan hingga jenjang pernikahan. Karena itu artinya pasangan Anda tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki niat untuk berbagi hidup dengan Anda.
  4. Menghentikan memori kita memutar terus kepahitan kita berulang-ulang. Caranya adalah dengan mengalihkan pikiran untuk mendapatkan memori yang baru. Pergilah berlibur, temui teman-teman baru, tekuni hobi baru, masuklah ke komunitas baru: entah olah raga, spiritual, sosial, keluarga, semuanya akan membantu Anda melupakan kepahitan Anda. Buatlah resolusi atau target kehidupan yang baru, dan fokuslah untuk mencapainya.

 

Setiap manusia Tuhan berikan kemampuan untuk pulih dari luka seperti Wolverine, tetapi seberapa cepat Anda memulihkan diri tergantung dari sejauh mana Anda mau mengampuni.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Life & Marriage Coach, founder Pembelajar Hidup, penulis buku, narasumber berbagai media online, cetak dan TV.
Bagikan:
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

Bagaimana pendapat Anda?