Begini Tandanya Anak Anda Sudah Kecanduan Main Game

kecanduan main game

Beberapa waktu lalu, ada sebuah game online yang begitu fenomenal menjangkiti semua orang tua, muda, anak-anak semua tergila-gila mengejar monster Pokemon dalam android game Pokemon Go.

“Tolong Bu, anak saya maunya main Pokemon Go terus. Ga mau belajar, makan juga harus diingetin, kalau dilarang marah-marah. Udah kayak orang kecanduan.”

Mungkin itu keluhan dari beberapa orang tua yang anaknya terpapar dampak negatif serunya bermain Pokemon Go. Nyatanya kebiasaan main game, termasuk sampai tingkat kecanduan, dapat dialami oleh orang dari berbagai usia dari anak-anak hingga orang dewasa. Lihat saja beberapa berita tentang orang yang dipecat atau berhenti dari pekerjaannya demi bermain Pokemon GO.

Gejala Kecanduan Main Game

Main Game ada keuntungannya, namun bisa berbahaya bila sudah kecanduan. Sebaiknya orang tua mewaspadai apabila gejala-gejala berikut ini dimiliki oleh anak Anda:

  • Sebagian besar waktu di luar jam sekolah dihabiskan untuk bermain gadget/game
  • Saat sedang pergi bersama keluarga, menjadi sulit berkomunikasi dan terus melihat layar smartphone play game
  • Kurang istirahat atau sulit tidur, hingga tertidur di sekolah ataupun mengantuk saat pelajaran, yang berpengaruh juga pada suasana hati yang buruk
  • Mulai berbohong soal kegiatannya, misalnya bilang mau belajar bersama teman namun ternyata justru berburu Pokemon
  • Enggan melakukan aktivitas lain selain main game, termasuk kegiatan belajar, makan, istirahat, atau bermain bersama teman
  • Terlihat terganggu/rewel saat tidak diijinkan bermain game

Jika anda mengamati perilaku tersebut muncul pada anak anda, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa anak Anda mulai mengalami kecanduan game. Semakin cepat diatasi biasanya semakin baik, karena jika tingkat adiksi sudah parah tentu akan memunculkan tantangan yang lebih besar lagi. Di samping itu, dalam kondisi kecanduan game untuk anak-anak dan remaja, mereka membutuhkan bantuan dan dukungan yang lebih dari orang dewasa yang ada di sekitarnya untuk bisa mengatasinya.

Mengatasi Kecanduan Anak

Berikut 7 cara yang dapat orang tua terapkan untuk membantu anak mengatasi kecanduan main game:

  • Orang tua perlu menjelaskan kepada anak pentingnya batasan dalam bermain game sebelum menetapkan batasan atau aturan. Buat pula kesepakatan apa konsekuensi yang harus diterima saat anak tidak melanggar batas waktu yang ditentukan. Misalnya saja, berkurangnya waktu bermain di hari selanjutnya. Kemungkinan sulit buat anak untuk menyetujui dan mematuhi kesepakatan untuk membatasi bermain gadget. Oleh karenanya, orang tua harus kompak dan konsisten dalam menerapkan kesepakatan. Jika secara terus menerus anak bermain dalam jangka waktu tertentu, lama kelamaan ia akan terbiasa. Lain halnya jika satu kali ia boleh bermain hanya 1 jam, di hari lain bermain 3 jam pun tidak ditegur, kondisi ini akan membuat anak bingung dan terus mencoba untuk melanggar.
  • Bermain game dapat menjadi aktivitas yang lebih menarik dibandingkan dengan kegiatan belajar. Padahal, untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah mereka membutuhkan istirahat yang cukup untuk dapat berkonsentrasi, waktu untuk mengerjakan PR, dan melakukan aktivitas lainnya. Oleh karenanya, pada hari-hari sekolah sebaiknya sepakati berapa lama dan di mana anak diijinkan untuk main game. Aturan tersebut dapat dibuat berbeda pada saat akhir pekan, di kala orang tua dapat mendampingi anak bermain. Tentunya anak tetap harus melakukan aktivitas lain dan tidak boleh non-stop bermain game.
  • Satu hal yang perlu diingat, anak membutuhkan bantuan untuk mengatasi kecanduannya main game. Akan sangat sulit meminta anak berhenti dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan dan perhatian orang tua. Setiap anak membutuhkan pembagian waktu yang seimbang antara istirahat, belajar, dan bermain. Saat tidak bermain game, bukan berarti dia harus belajar terus menerus. Orang tua perlu membantu anak belajar dan beralih melakukan aktivitas lain, misalnya saja bermain board game ataupun pergi bersama. Tidak adanya aktivitas yang menarik, hanya akan membuat anak tersebut semakin memikirkan dan terdorong untuk memainkan game kesayangannya.
  • Jika orang tua mengamati anak kesulitan mengendalikan keinginannya bermain Pokemon Go, mungkin sebaiknya orang tua yang menyimpan smartphone yang digunakan untuk bermain dan memberikan ke anak pada waktu yang disepakati. Sehingga anak juga tidak sembunyi-sembunyi bermain.
  • Berlibur bersama sebagai keluarga, di mana masing-masing anggota mengambil waktu istirahat dari semua bentuk gadget, tetapi berinteraksi dan beraktivitas bersama satu sama lain. Untuk keluarga yang tidak terbiasa pada awalnya mungkin terasa canggung dan aneh. Namun saat ini menjadi aktivitas yang rutin, kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya dan memperkuat ikatan dalam keluarga.
  • Orang tua juga perlu mengenali apakah ada masalah lain yang dihadapi anak baik di lingkungan rumah ataupun sekolah. Karena seringkali anak-anak yang memiliki masalah pribadi lebih rentan mengalami kecanduan main game. Sehingga meskipun perilakunya adalah bermain game, ada kemungkinan penyebabnya adalah hal lain. Mungkin saja supaya tidak terlalu memikirkan masalahnya ia memilih beralih ke aktivitas main game yang lebih menyenangkan. Karena ia bisa mengendalikan apa yang terjadi di permainan dan mencapai sesuatu, sedangkan mungkin ia tidak bisa menyelesaikan kesulitan yang dialaminya di dunia nyata.
  • Pada saat ternyata ada masalah serius yang dihadapi anak, misalnya kesulitan belajar di sekolah, mengalami trauma, masalah dengan teman atau saudara, ataupun sudah mengalami tahap adiksi yang parah orang tua disarankan mencari bantuan dari pihak profesional seperti psikolog atau konselor.

Semoga dengan bantuan dan dukungan dari orang tua, anak-anak dapat menjalani aktivitasnya dengan lebih seimbang dan tidak mengalami kecanduan.

 

Apabila Anda sendiri mengalami kecanduan game dan kesulitan untuk mengendalikannya, coach kami siap membantu, hubungi Pembelajar Hidup untuk membuat janji pertemuan coaching, atau klik di sini.

 

The following two tabs change content below.
mm

Athalia Sunaryo

Athalia Sunaryo, M.Psi., Psi. Konselor di Lifespring & associate psychologist di beberapa lembaga psikologi.
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

seminar online how not to be an instant parent

Bagaimana pendapat Anda?