Mitos 4: Success First, Family Can Wait

Mitos ini salah satu yang paling unik.

Kalau suami atau istri yang bekerja ditanya mana sih yang paling penting, keluarga atau karir? saya yakin 80-90% jawabannya adalah keluarga. Hampir semuanya mengakui hal tersebut. Namun bagi sebagian orang, khususnya bagi para pria yang bekerja di Jakarta, memberikan waktu untuk keluarga seringkali menjadi sedemikian sulitnya sehingga tanpa sadar mitos ini sebenarnya sudah kita adopsi.

Mari kita uji sedikit.

  1. Apakah Anda termasuk orang yang (terpaksa) rutin lembur hingga malam hari?
  2. Apakah Anda sehari-hari hampir tidak dapat bertemu dengan anak Anda? (misalnya karena pergi subuh pulang malam hari akibat kemacetan)
  3. Apakah pada hari kerja Anda bisa makan malam dengan istri/suami Anda?
  4. Apakah Anda sehari-hari tinggal di kota yang berbeda dengan suami/istri Anda?
  5. Apakah Anda kesulitan untuk mempunyai family time dengan keluarga Anda di akhir minggu?
  6. Apakah saat liburan bersama keluarga Anda kesulitan untuk tidak mengurus pekerjaan Anda?

Baca juga: Begini Caranya Kita Tahu Game Ini Baik Atau Tidak Buat Anak Kita!

Sukses Dulu, Keluarga Bisa Menunggu

Terkadang karena tekanan pekerjaan dan kebutuhan hidup, membuat kita yang sedang meniti karir begitu bersemangat dan all out agar kita dapat sukses. Bagaimana bisa tidak? Kalau kita tidak melakukan hal itu, begitu banyak kompetitor yang akan memakan kue (pelanggan) kita. Kalau kita tidak sigap dan mengorbankan waktu after office hour, yang dapat promosi bukan saya, tapi orang lain.

Ilustrasi: freepik

Problem dari pengorbanan berlebihan untuk “sukses” dalam karir itu adalah:

  1. Keluarga Anda TIDAK bisa menunggu
  2. Anda belum tentu sukses

Keluarga Anda TIDAK Bisa Menunggu

Anak kita terus bertambah usianya, dan perkembangannya begitu cepat. Waktu kita terlalu sibuk dengan karir kita, tahu-tahu sang anak sudah masuk SD. Tak lama kemudian kok sudah remaja. Dan tanpa kita sadari anak kita sudah beranjak dewasa dan kemudian meninggalkan kita.

Istri (atau suami) yang kita abaikan juga menderita kesepian selama kita kurang memberikan waktu padanya. Orang yang kita cintai dan kasihi, yang kepadanya kita sudah berjanji sehidup semati, kok malah hanya menjadi teman tidur atau semata-mata pengurus anak saja.

Keluarga kita TIDAK bisa menunggu. Ketidakberfungsian kita sebagai suami atau istri atau orang tua memberikan dampak bagi keluarga kita.

Saat kesibukan kerja terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang, maka kekecewaan demi kekecewaan, kesedihan demi kesedihan, dan kesendirian demi kesendirian butuh dibayar dengan cinta kasih. Alangkah gawatnya kalau cinta kasih yang dibutuhkan diperoleh dari orang lain.

Anda Belum Tentu Sukses

Tentunya kita tidak perlu hidup 100 tahun untuk mengetahui bahwa sukses tidak semata-mata ditentukan oleh semangat, daya upaya dan kemampuan kita saja. Bahkan definisi sukses pun relatif bagi tiap orang. Ada yang merasa sukses kalau bisa cukup makan dan pakaian. Ada yang sukses berarti mempunyai jabatan tertentu, atau ada juga yang patokannya memiliki rumah mewah misalnya.

Tidak seorang pun mampu menjamin kesuksesan kita.

Kalau (amit-amit) bukan hanya tidak sukses, bahkan bankrut dan habis semua uangnya, atau dipecat tanpa pesangon, dan kita sudah bertahun-tahun kurang mempedulikan keluarga kita, lantas mau ke mana kita pergi?

Ironisnya, suatu penelitian di Amerika mengatakan bahwa justru keluargalah alasan seseorang bisa sukses. Hubungan yang harmonis dengan istri justru berkaitan dengan kesuksesan seorang pria di kemudian hari (walau mungkin orang lain lebih dulu sukses).

Baca juga: 7 Profil Orang yang Memiliki Kecenderungan Selingkuh

Saat seorang pria menikah dan memiliki anak, istri dan anaknyalah alasan yang membuat seorang pria mau membanting tulang, berjuang keras untuk meraih karir yang maksimal demi keluarganya. Saat alasan itu hilang, maka kesuksesan yang diraih menjadi hampa.

Keluarga Prioritas

Maka saran saya sebagai Life Coach: jangan berkata “nanti.. nanti…”, tetapi mulailah meluangkan waktu untuk istri (atau suami) dan anak Anda. Prioritaskan keluarga Anda! Mulailah dengan hal yang kecil (misalnya 15 menit dulu saja sehari), dan mulailah hari ini.

 

Kembali ke 5 Mitos Pernikahan yang Penting untuk Anda Ketahui.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Seorang Pembelajar Hidup, Professional Life Coach, dosen, dan penulis, yang berkesempatan mengecap pendidikan dari Dr. James Dobson School of Marriage & Family
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

cek hubungan pasangan

Bagaimana pendapat Anda?