Mengatasi Bibit-Bibit Selingkuh

bibit selingkuh

Pada Seminar “From Friendship to Love” yang baru berlangsung beberapa waktu yang lalu, seorang peserta menanyakan hal yang mengundang senyum bagi kami semua. Pertanyaannya adalah: “Bagaimana mengetahui pacar kita berselingkuh?

Pertanyaan ini mengundang senyum karena ditanyakan oleh seorang remaja laki-laki kira-kira usia SMP yang masih berbadan kecil. Namun point pertanyaan ini begitu penting dan serius untuk dibahas, karena itu saya ingin membahas mengenai bibit-bibit perselingkuhan itu dari sudut pandang yang lebih utama lagi, yaitu pernikahan.

Perselingkuhan yang Dialami Sendiri

Sebelum saya berpacaran dengan istri saya sekarang, saya pernah berpacaran dengan seseorang yang menyelingkuhi saya. Kekasih saya ini memacari saya dan mantannya sekaligus, bukan karena serakah atau karena ia seorang yang suka mempermainkan pria (playgirl), tetapi karena dia memang sungguh menyukai kedua orang yang dekat dengannya ini dan tidak ingin melukai perasaan seorang pun dari antara kami, sehingga ia tidak tega untuk memutuskan salah satu dari kami.

Saat itu, pacar saya yang masih kuliah berpacaran dengan mantannya di kampus, sedangkan dengan saya di malam hari karena saya sudah bekerja. Saya yang baru pertama kali jatuh cinta, selalu mempercayai dia dan tidak pernah berpikir yang bukan-bukan tentang dia maupun cemburu. Saya tidak pernah mengetahui bahwa antara waktu-waktu kuliahnya, dia terkadang pergi bersama mantan kekasih yang ternyata masih dipacarinya itu.

Suatu hari, di hari ulang tahun pacar saya. Itu adalah ulang tahun pertamanya setelah pacaran dengan saya, dan merupakan pertama kalinya saya bisa merayakan ulang tahun seorang kekasih. Maka saya pun berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Saya ambil cuti pada hari itu. Saya membelikan bunga dan saya bilang padanya bahwa hari itu saya milik dia sepenuhnya. Saya mengosongkan 1 hari itu dari segala kegiatan, khusus untuk bisa menemani dia sepanjang hari.

Ia hanya bilang bahwa ia kuliah dan baru bisa bersama dengan saya setelah pulang kuliah. Pada waktu itu saya kecewa, tetapi apa boleh buat, saya menantikan dia sampai pulang kuliah. Pagi berganti siang, siang pun berganti sore dan sore berganti malam. Beberapa kali kami berbicara melalui telepon, tetapi karena satu dan lain hal, ia pun belum bisa pulang dari kampusnya. Demikan berulang kali sampai akhirnya ia tiba di rumah setelah malam tiba. Saya pun akhirnya bisa ke rumahnya, mengucapkan selamat ulang tahun dan memberinya bunga. Tidak ada yang istimewa, tidak ada perasaan berbunga-bunga darinya, hanya ada ucapan terima kasih biasa. Dengan empati saya berusaha mengerti dia yang tiba-tiba ada tugas sepanjang hari sehingga baru bisa bertemu dalam kondisi yang sangat exhausted (kelelahan).

Saya sama sekali tidak curiga apa pun bahwa ia merayakan ulang tahunnya dengan mantan kekasihnya. Namun sepandai-pandainya menutupi bangkai, akhirnya tercium juga. Akhirnya kami berdua (saya dan mantannya) tanpa sengaja bertemu di rumahnya. Sebelumnya dia mencoba mengatur kedatangan kami berdua agar tidak saling ketemu dengan janjian dengan saya lebih dahulu baru dengan kekasih lamanya. Tetapi waktu itu saya terlambat datang sehingga saat bertemu ia kelihatan gelisah dan bersikap seperti cepat-cepat ingin saya pergi. Padahal saya belum lama tiba. Ternyata saat itu mantan dia pun ingin lebih cepat tiba di rumah kekasihnya. Pacar saya berupaya dengan meminta teman-temannya agar bisa menahan kedatangan sang mantan, tetapi karena ia bersikeras, akhirnya terjadi juga, kami pun bertemu.

Pada waktu itulah saya baru mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya selama ini. Temannya pun menceritakan kejadian pada waktu ulang tahun dan dengan jujur mengkonfirmasi bahwa pacar saya memang menjalani hubungan yang mendua.

Bibit-Bibit Perselingkuhan

Kisah hidup saya seperti sinetron bukan? tetapi ini merupakan kisah yang sebenarnya terjadi sehari-hari pada banyak pasangan. Baik sudah menikah, maupun belum menikah.

Faktanya adalah bahwa manusia mempunyai kapasitas untuk jatuh cinta pada lebih dari 2 orang sekaligus dalam waktu yang sama. Ini seakan-akan memberi angin pada para pria poligami, tetapi perlu diketahui bahwa saya bukan pro poligami (terlepas dari apakah kepercayaan yang Anda pegang mengijinkan poligami, itu silakan kembali berpulang kepada keyakinan masing-masing). Saya hanya ingin menyampaikan bahwa orang sesuci dan sesetia apa pun pada pasangannya tidak immune (kebal) terhadap rasa suka dan jatuh cinta lagi pada pria atau wanita lain (selain pacar atau suami/istrinya).

bibit selingkuh

Anda pertama-tama perlu menyadari akan kapasitas manusia ini dan mengerti apabila Anda atau pasangan Anda tiba-tiba bisa tertarik pada pria/wanita lain.

Adapun jatuh cinta yang dimaksudkan di sini adalah passion, rasa suka, naksir, rasa dag-dig-dug kalau bertemu dengan si dia. Jatuh cinta dalam arti ini bisa berbeda dengan cinta sejati yang terdiri dari passion, keintiman dan komitmen.

Jadi tanpa upaya disengaja pun, seorang pria maupun wanita dapat jatuh hati pada orang selain pasangan. Apalagi bagi orang-orang yang sengaja atau membuka kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang di luar pasangan. Untuk profil pria/wanita yang memiliki kecenderungan untuk selingkuh, dapat dibaca dalam posting berikut: 7 Profil Orang yang Memiliki Kecenderungan Selingkuh

Ada beberapa hal yang dapat menjadi bibit penyebab perselingkuhan:

  1. Perasaan cinta (passion) kepada pasangan sudah memudar. Penelitian menunjukkan bahwa perasaan berbunga-bunga, naksir atau passion ini hanya berusia paling lama 3 tahun saja. Setelah itu hubungan romantik antara pria dan wanita menurun dan lebih banyak didasari oleh friendship (persahabatan) dan komitmen.
  2. Hubungan persahabatan antara suami dan istri kurang terjalin. Saat passion kurang memberikan api bagi perasaan cinta, seharusnya persahabatan antara kedua insan sudah berkembang sehingga keintiman tetap terjaga dan hubungan cintanya tidak menjadi dingin dan kering. Pada pasangan yang kurang menjalin komunikasi dengan pasangannya, keakrabannya tidak terbentuk dengan baik sehingga bukan hanya perasaan cinta passion yang hilang, tetapi juga keintiman, dan yang merupakan pengikat antara keduanya hanyalah komitmen belaka (itu pun kalau masih ada)
  3. Adanya kesempatan yang cukup untuk bertemu dengan lawan jenis yang menarik, sehingga rapport (ketertarikan yang alami) dapat terbentuk dan keduanya bisa saling mengungkapkan diri satu dengan yang lain (self revelation). Self revelation bahasa kerennya adalah CURHAT.

 

Perlu sekali untuk diketahui bahwa perselingkuhan bukanlah merupakan penyebab permasalahan dalam rumah tangga. Perselingkuhan adalah akibat yang ditimbulkan dari adanya masalah komunikasi dan hubungan antara suami dan istri. Orang yang tidak memiliki masalah yang serius dalam hubungan emosinya dengan pasangannya, cenderung akan mampu bertahan, menguasai diri dan tidak melanjutkan rasa suka/naksir yang mulai dirasakannya.

Mungkin Anda bertanya-tanya apakah masalah seksual dapat menjadi penyebab seseorang selingkuh?

Jawabannya mungkin iya, tetapi kecuali masalah seksual yang secara fisik (impotensi, atau cacat tubuh), masalah seksual biasanya justru disebabkan oleh terputusnya ikatan emosional antara suami dan istri, yang penyebabnya adalah kedua point pertama di atas.

Cara yang Keliru dalam Mengatasi Bibit Selingkuh

Maka bagaimana cara mengatasi apabila dalam diri kita sudah mulai ada bibit-bibit perasaan suka (bibit selingkuh) kepada seseorang yang bukan pasangan kita?

Jawabannya BUKAN dengan (1) menyangkali diri (“aku tidak jatuh cinta padanya” ulangi 100x), juga bukan dengan (2) menghindari orang tersebut secara permanen (misalnya keluar dari pekerjaan), dan bukan juga dengan (3) mengkonfrontasi perasaan cinta Anda dengan menyatakan cinta padanya dengan pemikiran bahwa setelah itu maka Anda bisa lega dan melupakan dia.

Untuk cara pertama, sulit untuk berhasil karena perasaan manusia tidak terlalu efektif bila diatasi melalui pendekatan otak (kognitif) seperti penyangkalan diri. Malahan biasanya perasaan itu semakin kuat karena diri sendiri mengetahui apa perasaan kita yang sesungguhnya.

Cara kedua dapat disarankan terutama bagi Anda yang sudah memiliki keterikatan emosional yang tinggi dengan pihak ketiga. Namun cara ini terkadang sulit dilakukan terutama apabila orang ketiga tersebut adalah rekan kerja/bisnis yang tidak bisa dihindari.

Selain itu meninggalkan pihak ketiga pada saat ia terlihat begitu “perfect” dibandingkan dengan suami/istri Anda sendiri, bisa memperburuk hubungan Anda dengan pasangan Anda. Kesan bahwa pihak ketiga tersebut lebih “sempurna” dibandingkan dengan pasangan Anda bisa terus tertanam dalam benak Anda tanpa bisa dikonfrontir lagi, padahal pandangan itu kurang objektif dan belum melihat realitas kehidupan sehari-hari dari orang ketiga tersebut.

Cara ketiga adalah cara yang paling BERBAHAYA untuk dilakukan. Bisa jadi saat ini orang yang Anda sukai (sebagai alternatif dari pasangan Anda) juga memiliki perasaan yang sama dengan Anda. Justru dengan melakukan hal ini akan memicu hubungan yang lebih intens dan jatuhnya Anda berdua ke dalam jurang perselingkuhan yang sesungguhnya.

Cara yang Lebih Baik

Jadi daripada melakukan cara-cari di atas, lebih baik lakukanlah hal-hal berikut untuk mengatasi bibit selingkuh yang mulai tumbuh pada diri kita:

  1. Perkuat cinta Anda pada pasangan Anda.  Ini adalah cara yang pertama dan yang terpenting. Memori manusia tidak dihapus dengan menyangkali diri atau berusaha melupakan, tetapi dengan menimpanya dengan hal menarik yang lain. Anda perlu membangun peta cinta dan memupuk kembali rasa cinta kepada pasangan Anda dan dengan demikian dapat mengalahkan rasa tertarik Anda kepada pria/wanita yang lain. Sambil berjalannya waktu, Anda akan dapat melihat pasangan Anda akan menjadi semakin baik, sedangkan alternatif yang “perfect” tadi ternyata tidaklah sesempurna seperti yang kita bayangkan.
  2. Menghindari curhat, terutama tentang pasangan. Curhat merupakan tahap kedua dalam menjalin hubungan menuju pacaran/pernikahan (setelah rapport). Curhat mengenai pasangan memberi sinyal sekaligus memberi konfirmasi pada diri sendiri bahwa ada alternatif lain yang lebih baik dari pasangan kita. Karena itu utarakan isi hati Anda pada pasangan Anda dalam hubungan yang timbal balik yang baik. Pembelajar Hidup menggunakan istilah Menjadi COACH bagi pasangan, untuk komunikasi yang timbal balik yang baik tersebut. Metode coach PASANGAN yang diperkenalkan oleh Pembelajar Hidup akan membantu Anda melakukan komunikasi yang memperkaya pernikahan Anda.
  3. Mengurangi kesempatan untuk bertemu dengan alternatif dari pasangan kita tersebut. Tidak menghindari dengan sengaja dan permanen, tetapi dengan halus dan elegan. Hindari kesempatan untuk bertemu hanya dengan alternatif pasangan Anda tadi, kalau Anda bertemu dengannya di tempat olah raga misalnya, Anda bisa mengubah kebiasaan olah raga Anda.
  4. Cari teman akuntabilitas. Adanya teman akan sangat membantu Anda menjaga diri Anda lepas kontrol. Ungkapkanlah pergumulan Anda mengenai “the perfect alternative” kepada teman yang dapat dipercaya, kemudian mintalah kesediaannya untuk menjaga dan tidak membiarkan Anda sendirian bersama pihak ketiga yang Anda sukai tadi.

Kami berharap Anda semua mendapatkan manfaat dan berkat dari tulisan ini, karena semua orang dapat menikmati kehidupan yang berarti dan itulah misi kami mendirikan Pembelajar Hidup.

Apabila Anda ingin meningkatkan hubungan cinta Anda dengan pasangan, ingin memperkuat cinta Anda, ingin membangun Peta Cinta dengan suami/istri Anda atau memiliki tujuan-tujuan lain dalam pernikahan Anda, Anda dapat menghubungi kami untuk mencicipi sesi Marriage Coaching hanya di Pembelajar Hidup. Dapatkan FREE 1X sesi yang dapat mengubah kehidupan pernikahan Anda.

The following two tabs change content below.
mm

Deny Hen

Seorang Pembelajar Hidup, Professional Life Coach, dosen, dan penulis, yang berkesempatan mengecap pendidikan dari Dr. James Dobson School of Marriage & Family
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda pun dapat bertanya kepada kami seputar masalah cinta/relasi/pasutri dan parenting! Isilah form berikut ini:

  1. Kami tidak akan pernah memberikan data pribadi Anda kepada pihak ketiga lain.
  2. Keputusan untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya berada pada Pembelajar Hidup. Kami mengambil keputusan berdasarkan relevansi, kesesuaian pada misi kami serta pada kompetensi kami.
  3. Mengingat kesibukan kami, kami mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan Anda dengan segera.

seminar online how not to be an instant parent

Bagaimana pendapat Anda?